Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin sosok yang nggak ujug-ujug muncul di politik, nama Nevi Zuairina layak masuk daftar. Politisi Fraksi PKS asal Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini dikenal sebagai sosok yang lebih dulu aktif di tengah masyarakat sebelum akhirnya dipercaya duduk di DPR RI. Kini, ia bertugas di Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan.

Lahir di Jakarta, 20 September 1965, Nevi menghabiskan masa sekolahnya di ibu kota. Ia menempuh pendidikan di SD 01 Pagi Rawamangun, SLTP 74 Jakarta, SMA 31 Jakarta, hingga melanjutkan kuliah di Jurusan Kimia Universitas Indonesia. Latar belakang akademik di bidang sains menjadi bekal yang membentuk cara berpikirnya yang sistematis dalam melihat persoalan masyarakat.

Sebelum dikenal sebagai anggota DPR RI, Nevi Zuairina sudah lama berkecimpung dalam dunia sosial dan pemberdayaan masyarakat. Saat mendampingi kepemimpinan Sumatera Barat, ia dipercaya memimpin berbagai organisasi strategis. Sejak 2010, ia menjadi Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, sekaligus memimpin Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), Dekranasda Sumatera Barat, Forum Komunikasi Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN), Yayasan Kanker Indonesia, HIMPAUDI Sumatera Barat, Forum Majelis Ta’lim, hingga sejumlah organisasi pemberdayaan masyarakat lainnya.

Aktivitasnya yang cukup padat di berbagai organisasi membuat Nevi banyak bersentuhan langsung dengan persoalan keluarga, perempuan, pendidikan anak, pelaku UMKM, hingga kesejahteraan masyarakat desa. Pengalaman inilah yang kemudian menjadi modal ketika ia melangkah ke Senayan sebagai wakil rakyat.

Di parlemen, Nevi dipercaya menjadi anggota Komisi IV DPR RI, komisi yang membahas isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, pertanian, kehutanan, perkebunan, kelautan, dan perikanan. Dalam berbagai kesempatan, ia konsisten mendorong kebijakan yang berpihak kepada petani, nelayan, pelaku UMKM, serta penguatan ekonomi masyarakat daerah. Baginya, pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dedikasinya juga mendapat banyak apresiasi. Sepanjang masa pengabdiannya, Nevi menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Adi Bakti Mina Bahari (2014), Dekranasda Awards (2013), Damandiri Awards (2013), Anugerah Bunda PAUD (2013), Mitra Bhakti Husada dari Kementerian Kesehatan RI, hingga penghargaan Sulam Terpanjang dari MURI yang menunjukkan keberhasilannya mendorong potensi ekonomi kreatif daerah.

Perjalanan Nevi Zuairina menunjukkan kalau politik bukan cuma soal pidato atau tampil di depan kamera. Justru dimulai dari kerja nyata, membangun kepercayaan masyarakat, aktif di organisasi, lalu membawa pengalaman itu ke ruang pengambilan kebijakan nasional. Buat anak muda, kisah Nevi jadi pengingat kalau perubahan besar sering kali lahir dari konsistensi melakukan hal-hal kecil yang berdampak bagi banyak orang.