Manusiasenayan.id – Kalau ada yang mikir anggota DPR RI itu cuma muncul pas rapat terus hilang, mungkin belum kenal sama Haryanto. Soalnya, sebelum duduk di Senayan sebagai Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, beliau udah “naik level” dari bawah banget. Mulai jadi pegawai kecamatan, camat, kepala badan, sekretaris daerah, sampai akhirnya dipercaya jadi Bupati Pati selama dua periode (2012–2022).
Jadi, urusan ngelola pemerintahan bukan hal baru buat Haryanto. Pengalamannya udah lebih dari 30 tahun berkutat di birokrasi.
Perjalanan itu dimulai setelah menempuh pendidikan di SD Negeri Raci, lanjut ke STN 1 Juwana, SMA Negeri 8 Semarang, hingga kuliah di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang. Ia juga tercatat pernah mengenyam pendidikan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang.
Kariernya dimulai pada 1993 sebagai Kasubbag Perangkat dan Administrasi Desa Kecamatan Juwana. Dari situ kariernya terus menanjak. Pernah jadi Kasubsi Pemerintahan Umum, Sekwilcam, lalu dipercaya memimpin tiga kecamatan berbeda sebagai Camat Sukolilo, Camat Trangkil, dan Camat Juwana.
Nggak berhenti di situ, Haryanto kemudian dipercaya menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pati, lalu menjabat Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Pati. Sampai akhirnya, pada 2012, masyarakat Pati memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi Bupati Pati, jabatan yang diemban hingga 2022.
Fast forward ke hari ini, Haryanto resmi menjadi Anggota DPR RI periode 2024–2029 dan duduk di Komisi V DPR RI. Nah, komisi ini bukan komisi yang kerjanya cuma bahas jalan rusak, ya. Di sini dibahas banyak hal yang dekat sama kehidupan sehari-hari, mulai dari jalan nasional, jembatan, transportasi umum, pembangunan desa, perumahan rakyat, sampai urusan mitigasi bencana.
Artinya, kalau kamu pernah komplain soal jalan berlubang, transportasi yang kurang nyaman, atau akses daerah yang belum merata, isu-isu kayak gitu juga masuk dalam ruang kerja Komisi V.
Di luar pekerjaannya sebagai birokrat, Haryanto juga aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi Ketua Karang Taruna, Ketua AMPI, Ketua PMI Kabupaten Pati, hingga Ketua IPHI. Pengalaman ini bikin dirinya nggak cuma paham urusan pemerintahan, tapi juga terbiasa berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Yang bikin perjalanan Haryanto menarik adalah prosesnya. Nggak langsung lompat jadi pejabat besar, tapi melewati hampir semua jenjang birokrasi. Dari ngurus administrasi desa, memimpin kecamatan, mengelola pemerintahan kabupaten, sampai sekarang ikut menyusun kebijakan di tingkat nasional.
Sekarang tantangannya jelas lebih besar. Publik tentu berharap pengalaman panjangnya itu nggak berhenti jadi cerita masa lalu, tapi benar-benar diterjemahkan jadi kerja nyata. Karena pada akhirnya, masyarakat nggak cuma butuh wakil rakyat yang rajin hadir di rapat, tapi juga yang bisa bikin pembangunan terasa sampai ke daerah, jalan makin layak, transportasi makin nyaman, dan pelayanan publik makin mantap.
Dari Pati menuju Senayan, Haryanto kini membawa satu modal penting: pengalaman panjang mengurus daerah untuk ikut membangun Indonesia.
