ManusiaSenayan.id Kabar terbaru dari Senayan bikin dahi berkerut (sambil senyum miris). Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, lagi-lagi nyentil pemerintah daerah (Pemda) soal duit yang ngendon di bank sampai Rp234 triliun!

“Ironinya, di satu sisi kepala daerah banyak mengeluh kekurangan anggaran, tetapi di sisi lain justru ada Rp234 triliun yang tidak terserap. Ini harus disinkronkan, dudukkan persoalannya secara terbuka,” kata Doli.

Kata Doli, ini bukti kalau kebijakan anggaran pusat dan daerah belum sinkron. Pemerintah pusat udah rajin kirim dana transfer, tapi di daerah malah diem kayak saldo nganggur. Kalau duitnya gak dipakai buat pembangunan, rakyatnya kapan ngerasain hasilnya?

Makanya, Doli dorong Kemenkeu dan Kemendagri buat segera kumpulin kepala daerah dalam rapat koordinasi nasional (rakornas).

“Kalau tidak segera dijelaskan, bisa menimbulkan tafsir lain dan mengganggu kepercayaan publik terhadap sistem keuangan negara. Ini bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut kepercayaan pada tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Soal rencana pemerintah pusat yang mau mengurangi dana transfer ke daerah tahun depan, Doli bilang DPR bisa memahami langkah itu, tapi minta transisi yang jelas.

“Kami memahami ada penyesuaian dari pemerintah pusat, tapi jangan langsung gaspol tanpa rem. Jangan sampai pengurangan ini menghambat pembangunan di daerah,” tegasnya.

Pesan penutup dari Doli pun cukup menohok tapi elegan:

“Kita dorong agar ke depan pemerintah daerah semakin mandiri secara fiskal, tapi tetap harus akuntabel, agar setiap rupiah dana transfer benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.

Versi Gen Z-nya: kalau duit Rp234 triliun aja bisa diem di bank, mungkin dia cuma nunggu diajak healing bareng Pemda.