ManusiaSenayan.id – Cilegon lagi-lagi bikin headline yang bikin orang geleng-geleng: terduga pembunuh anak politikus PKS, Maman Suherman, akhirnya ketangkap setelah buron tiga pekan. Tapi cara ketangkapnya tuh bukan yang “film detektif keren” gitu ya—lebih ke “ya ampun, kok gitu sih” versi sopan.
Jadi, pelaku berinisial HA (31) diduga menghabisi nyawa bocah 9 tahun pada 12 Desember 2025. Setelah itu, HA menghilang kayak chat yang cuma dibaca doang: nggak ada balasan, nggak ada jejak. Polisi pun sempat susah melacak karena CCTV di rumah korban ternyata mati sejak 2023. Satire halusnya: kamera ada, tapi vibes-nya cuma pajangan.
Nah, fast forward ke Jumat (2/1), HA masuk ke rumah eks anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri, buat… mencuri. Ini yang bikin plotnya makin absurd: udah buron, masih sempet “freelance” maling. Padahal paket “tenang hidup” jelas bukan itu.
Aksinya ketahuan oleh asisten rumah tangga, yang langsung panik dan minta tolong warga. Kapolsek Cilegon AKP Firman Al Hamid bilang, “Awalnya kita dapat info dari warga… karena ada orang yang masuk ke rumahnya dewan kepergok sama pembantu…”. Warga pun sigap, nelpon polisi—ini baru versi “warga +62” yang positif.
Pas polisi datang, HA sempat ngunci diri di dalam rumah. Tapi ya maaf, ini bukan game stealth. Firman lanjut, “Begitu di TKP ada orang, karena dia ngunci pintu didobrak lah pintu rumah itu.” Akhirnya pelaku diamankan, lalu diserahkan untuk pengembangan: “Akhirnya diamankan kami serahkan ke Resmob Polda dan Polres untuk dikembangkan.”
Kesimpulannya: kejahatan itu kadang “niat”, tapi sering kalah sama hal-hal receh yang bikin ketahuan. Dan buat kita semua, semoga kasus ini segera tuntas, keadilan ditegakkan, dan kejadian tragis seperti ini nggak terulang lagi.
