Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin politik Aceh dan DPR RI, satu nama yang lagi naik daun adalah H. Teuku Ibrahim, S.T., M.M. Lo mungkin belum terlalu sering denger, tapi sosok ini mulai bikin orang ngeh. Sekarang dia duduk di Komisi III DPR RI dan aktif di beberapa Panitia Khusus. Sosoknya enggak cuma serius di rapat, tapi juga deket banget sama warga.

Cerita sekolahnya pun keren. Dari MIN Tungkob Aceh Besar (1978-1983), lanjut SMPN Darussalam Banda Aceh (1984-1986), terus ke STM Negeri Banda Aceh (1987-1989). Setelah fokus kerja dulu, dia lanjut kuliah di Universitas Abulyatama, Teknik Sipil (2003-2009), dan ngejar Magister Manajemen di Universitas Syiah Kuala (2010-2012). Jadi, lo bisa bilang dia orang yang pinter dan konsisten dari dulu.

Kariernya juga nggak kalah mantap. Dari Asisten Teknis di PT. Fajar Baizury Aceh (1990-1992), lanjut jadi Direktur Mandiri Karya Utama (1993-2007), baru deh nyemplung ke politik. Di Aceh, dia pernah Wakil Ketua DPRK Aceh Besar (2009-2014), terus naik pangkat jadi Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRA (2014-2019 & 2019-2024). Dari sini keliatan, dia paham banget cara main politik dan manajemen.

Enggak cuma itu, Teuku Ibrahim aktif banget di organisasi. Dia sempet di KONI Aceh (2012-2015), memimpin Bidang SDM Pemuda Pancasila Aceh (2017-2022), jadi Wakil Ketua KADIN Aceh (2019-2024), terus Wakil Ketua APINDO Aceh (2020-2025). Dia juga Ketua Ikatan Alumni Teknik Abulyatama (2019-2025), Wakil Ketua PMI Aceh (2021-2026), dan Ketua YPAC Aceh (2022-2027). Bisa dibilang, dia nggak cuma mikirin politik, tapi juga pendidikan, sosial, dan pengusaha lokal.

Yang bikin keren, Teuku Ibrahim turun langsung ke lapangan. Warga suka manggil dia akrab karena dia nyerap aspirasi secara nyata. Enggak cuma ngobrol di rapat, tapi ikut ngejalanin program yang bener-bener dirasain manfaatnya.

Singkatnya, Teuku Ibrahim itu figur yang dari teknik sipil, dunia usaha, sampai politik nasional. Posisi di Komisi III DPR RI bikin dia jadi sosok yang layak terus lo pantau kalau mau ngerti politik Aceh dan nasional.