Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin perjalanan karier, Drs. H. Zulfikar Achmad punya cerita yang cukup panjang. Sebelum dikenal sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, ia lebih dulu malang melintang di dunia bisnis, aktif berorganisasi, sampai akhirnya terjun ke pemerintahan daerah. Perjalanannya bukan tipe yang langsung duduk di kursi parlemen, melainkan melewati beberapa fase yang membentuk pengalaman politiknya.

Lahir dari perjalanan pendidikan yang dimulai sejak sekolah rakyat, Zulfikar tercatat menempuh pendidikan SRN pada 1960, SMP pada 1963, dan SMA pada 1966. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di ATPN bidang pelayaran pada 1970, sebelum meraih pendidikan di Universitas 17 Agustus Jakarta pada 1985 dengan bidang Administrasi Negara. Bekal pendidikan ini menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum berkecimpung dalam pemerintahan.

Sebelum masuk ke dunia politik pemerintahan, Zulfikar lebih dulu membangun pengalaman di sektor swasta. Pada 1975–1979, ia tercatat bekerja sebagai asisten manajer di perusahaan pelayaran PT Prodisa Shipping Lines Jakarta. Ia juga memiliki pengalaman di bidang komersial perusahaan pelayaran pada 1982–1986.

Kariernya berlanjut ke posisi strategis. Pada 1986–2001, ia tercatat memimpin sejumlah perusahaan, di antaranya PT Timika Jaya Jakarta sebagai Direktur Operasi serta beberapa perusahaan lain sebagai direktur utama. Pengalaman di dunia usaha ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari perjalanan kariernya sebelum terjun ke pemerintahan.

Nah, babak berikutnya membawa Zulfikar ke Kabupaten Bungo, Jambi. Ia menjabat sebagai Bupati Bungo selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2006–2011, berdasarkan riwayat yang tersedia. Di posisi ini, tanggung jawabnya bukan lagi mengurus operasional perusahaan, melainkan menjalankan pemerintahan daerah dan berhadapan dengan beragam kebutuhan masyarakat.

Selama berkiprah di daerah, namanya juga tercatat dalam berbagai penghargaan. Beberapa di antaranya adalah Satya Lancana Pembangunan Nasional, Manggala Karya Kencana bidang Keluarga Berencana, serta Satya Lancana Pembangunan Perkebunan. Ia juga tercatat menerima penghargaan terkait pertanian, koperasi, lingkungan hidup, dan kepramukaan. Deretan tersebut menunjukkan luasnya bidang yang tercantum dalam rekam penghargaan selama perjalanan kariernya.

Di luar pekerjaan formal, Zulfikar juga punya pengalaman berorganisasi sejak muda. Ia tercatat pernah menjadi Ketua KAPI Kabupaten Merangin pada 1965–1966, Ketua Warga Jaya di Jakarta pada 1975–1978, hingga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Indonesia Baru Jakarta pada 1999–2004. Pengalaman organisasi ini menjadi bagian dari perjalanan politiknya sebelum melangkah ke tingkat nasional.

Kini, sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat yang tercatat bertugas di Komisi VIII DPR RI, perhatian publik tertuju pada kiprahnya dalam urusan sosial, agama, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana.

Dari dunia pelayaran, perusahaan, pemerintahan daerah, sampai parlemen, perjalanan Zulfikar Achmad menunjukkan lintasan karier yang beragam. Namun, bagi seorang wakil rakyat, rekam jejak masa lalu tetap perlu diikuti dengan kinerja yang bisa dilihat dan dirasakan masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, jabatan bukan cuma soal perjalanan panjang atau banyaknya penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana pengalaman tersebut bisa menjadi bekal untuk memperjuangkan kepentingan publik dari kursi parlemen.