ManusiaSenayan.id — Siapa sih yang gak tau Lombok? Pantainya cakep, sunset-nya aesthetic, dan vibes-nya healing banget. Tapi di balik keindahan itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sari Yuliati punya pesan serius:
“Lombok adalah destinasi wisata dunia, tentu banyak turis asing yang datang, dan itu kita harapkan karena mendorong ekonomi daerah. Tapi, hal itu juga harus dibarengi dengan kewaspadaan terhadap masuknya narkotika.”
Pas kunjungan reses Komisi III di NTB, Senin (6/10/2025), Sari juga ngecek langsung kinerja aparat penegak hukum di sana. Ia bilang, semuanya udah sesuai standar.
“Dari hasil penjelasan yang kami terima, baik dari Polda maupun Kejati, penegakan hukum di NTB sudah berjalan sesuai SOP, baik dari sisi etik maupun pidana,” ujarnya.
Tapi, meski udah sesuai prosedur, Sari gak mau lengah. Ia wanti-wanti agar aparat tetap siaga, apalagi di daerah wisata yang makin ramai. Soalnya, makin banyak wisatawan, makin besar juga risiko penyalahgunaan narkoba numpang lewat.
Sari juga minta Badan Narkotika Nasional (BNN) dikasih dukungan lebih.
“BNN harus dibekali dengan SDM yang mumpuni dan sarana prasarana memadai. Jangan sampai keinginan kita meningkatkan ekonomi justru membawa dampak lain yang tidak diinginkan akibat lemahnya pengawasan terhadap narkotika,” tegasnya.
Ia menegaskan, Komisi III bakal terus dorong sinergi antara penegak hukum, BNN, dan sektor pariwisata.
“Penegakan hukum yang kuat dan profesional adalah jaminan bagi investor dan wisatawan,” katanya.
Intinya?
Lombok boleh jadi tempat healing, tapi jangan sampai jadi tempat dealing!
