ManusiaSenayan.id – Akhirnya ada kabar yang bikin lega! Pemerintah lewat Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Migran Indonesia (P2MI) lagi ngebut memastikan 110 WNI korban online scam di Kamboja segera dipulangkan ke tanah air. Mereka jadi korban eksploitasi digital lintas negara—dijanjikan kerja bergaji tinggi, tapi malah disuruh kerja paksa di perusahaan tipu-tipu.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, langsung kasih apresiasi buat langkah cepat pemerintah.
“Saya mengapresiasi langkah cepat Kementerian P2MI yang memastikan 110 WNI korban online scam di Kamboja segera dipulangkan. Ini bukti nyata bahwa negara tidak tinggal diam ketika warganya menjadi korban eksploitasi digital lintas negara,” ujar Nurhadi.
Sebelumnya, Menteri P2MI Mukhtarudin bilang, semua proses pemulangan lagi dikawal bareng berbagai pihak biar para korban bisa balik dengan aman. Dari total 110 korban, 97 WNI berhasil kabur sendiri, sementara 13 lainnya diselamatkan langsung oleh tim P2MI di lokasi, Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.
Nurhadi juga ngingetin, kasus ini harus jadi pelajaran buat semua pihak.
“Kasus ini harus jadi peringatan serius bagi kita semua. Modus penipuan online yang berujung pada kerja paksa bukan hanya soal kriminalitas, tapi juga soal kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah nggak cuma berhenti di proses pemulangan, tapi lanjut bantu para korban lewat pendampingan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial biar mereka bisa pulih sepenuhnya.
“Negara hadir bukan hanya untuk memulangkan, tapi untuk memastikan warganya terlindungi,” tambah Nurhadi.
Terakhir, ia wanti-wanti agar pengawasan tenaga kerja ke luar negeri diperketat, biar nggak ada lagi yang kejebak kerja palsu berkedok rezeki instan. Jadi, buat kamu yang ditawari kerja di luar negeri, ingat pesan Nurhadi: cek dulu, jangan asal percaya!
