Manusiasenayan.id – Berawal dari turun reses, Anggota DPR RI dapil Jambi, Rocky Candra, nemuin fakta yang bikin geleng-geleng kepala. Bukan soal baliho atau janji politik, tapi soal kuota jaringan gas rumah tangga (Jargas) yang super minim dan malah bikin warga satu RT saling senggol. Iya, beneran sampai konflik sosial.
Rocky cerita, di salah satu RT di Jambi ada sekitar 100 KK, tapi yang kebagian Jargas cuma 30 KK. Sisanya? Gigit jari. Situasi ini bikin suasana tetanggaan yang harusnya rukun malah jadi panas. “Mereka ribut karena merasa nggak adil. Satu lingkungan, tapi perlakuannya beda,” kata Rocky saat dihubungi, Sabtu (23/1/2026).
Masalah ini nggak berhenti di lapangan. Rocky ngaku udah angkat isu ini langsung ke Kementerian ESDM. Dengan gaya blak-blakan, dia bilang kalau Jambi seolah dianaktirikan dibanding daerah lain. Padahal, di Komisi VII DPR RI, wakil dari Jambi itu lengkap lintas partai. Ada Fasha dari NasDem, Cek Endra dari Golkar, dan Rocky sendiri dari Gerindra. Semua satu suara: Jambi butuh tambahan kuota Jargas.
Buat konteks, program Jargas ini sebenernya bukan proyek ecek-ecek. Ini bagian dari strategi besar negara buat kemandirian energi rumah tangga, biar warga nggak terus-terusan tergantung sama LPG subsidi yang stoknya sering drama. Pemerintah bahkan punya target ambisius: 5,5 juta sambungan rumah (SR) Jargas di seluruh Indonesia pada 2030, termasuk lewat skema KPBU.
Sayangnya, kata Rocky, realisasi di lapangan masih jauh dari ideal. Kuota Jargas di Jambi terlalu kecil, bikin warga yang nggak kebagian terpaksa balik lagi ke LPG. Masalahnya, LPG juga nggak selalu tersedia merata. Ujung-ujungnya, rakyat lagi yang ribet.
Selama turun ke dapil, Rocky ngaku sering banget dapet aduan masyarakat soal Jargas. Mulai dari ketidakmerataan sambungan, sampai kecemburuan sosial antarwarga. Menurut dia, ini bukti kalau program pusat ke daerah belum jalan maksimal.
Makanya, Rocky tegas minta tambahan kuota 100 ribu sambungan Jargas khusus buat Kota Jambi. “Kalau kuotanya merata, konflik sosial kayak kemarin itu nggak bakal kejadian. Warga maunya simpel: adil dan kebagian,” tegasnya.
Buat warga Jambi, Jargas bukan cuma soal gas murah. Ini soal keadilan energi, ketenangan hidup bertetangga, dan bukti kalau daerah juga dianggap dalam peta pembangunan nasional.
