Manusiasenayan.id – Kalau lo pikir politisi itu lahir dari jurusan ilmu politik doang, cerita Lamhot Sinaga bakal bikin lo mikir ulang. Lahir dan besar di Lintongnihuta, Sumatera Utara, Lamhot ngerintis jalannya dari bangku sekolah daerah sampai akhirnya duduk di kursi DPR RI.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Bintang Kejora Lintongnihuta (1979–1985), lanjut ke SMP RK Yosep Lintongnihuta (1985–1988), lalu hijrah ke SMA Pribadi Tangerang (1988–1992). Tapi yang bikin menarik, Lamhot bukan anak hukum atau politik sejak awal. Ia justru kuliah di Universitas Tirtayasa Banten jurusan Teknik Kimia (1992–1998). Background teknik ini yang membentuk cara berpikirnya: sistematis, berbasis data, dan nggak asal bunyi.

Nggak cuma kuliah, Lamhot juga punya rekam jejak prestasi akademik. Tahun 1996, ia tercatat dalam penemuan “Condesat Return System” dari PENI. Tahun 1998, ia tergabung dalam tim pelaksanaan perhitungan fisik persediaan PT Krakatau Steel. Bahkan pada 1999, ia meraih piagam penghargaan lomba karya tulis ilmiah populer tentang HAKI. Buat ukuran mahasiswa teknik, ini bukan CV biasa.

Masuk ke dunia profesional, Lamhot nggak setengah-setengah. Ia pernah menjadi Komite Manajemen Risiko Dewan Komisaris PTPN IV (2010–2014). Lalu periode 2014–2020, ia menjabat Direktur di beberapa perusahaan sekaligus: PT Xoixe Conpival, PT Xoixe Konstruksi, dan PT Mega Asri Pratama. Ia juga sempat menjadi Komisaris PT Eswareco Tama (2018–2020). Track record ini nunjukin satu hal: ia paham manajemen, risiko, dan dunia usaha dari dalam.

Di ranah organisasi, jam terbangnya juga panjang. Ia pernah jadi Ketua DPP KNPI (2008–2014), Wakil Ketua Umum Barisan Muda Kosgoro 1957, hingga Ketua Bidang Organisasi AMPG. Di Partai Golkar, kariernya naik stabil: dari Wakil Sekjen DPP (2014–2016) sampai kini dipercaya sebagai Ketua DPP Partai Golkar.

Puncaknya? Sejak 2019 ia resmi menjadi Anggota DPR RI. Di parlemen, Lamhot bertugas di Komisi VII DPR RI, komisi yang membidangi energi, riset, teknologi, dan perindustrian. Dengan latar belakang teknik kimia dan pengalaman korporasi, posisinya di komisi ini bisa dibilang relevan banget.

Dari insinyur, profesional korporasi, sampai politisi Senayan, perjalanan Lamhot Sinaga nunjukin transformasi yang nggak instan. Ia datang dengan bekal teknis, pengalaman manajerial, dan jaringan organisasi yang kuat. Di tengah isu energi dan industri yang makin krusial buat masa depan Indonesia, sosok seperti Lamhot jelas punya modal buat ikut menentukan arah kebijakan nasional.