Manusiasenayan.id – Kalau lo pikir semua senator datang dari jalur instan, cerita Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.S.P., M.H., C.I.R.B.C., C.W.C. bakal bikin lo mikir ulang. Senator dengan nomor anggota B-5 ini sekarang duduk di DPD RI periode 2024–2029, mewakili Sumatera Utara (Sumut). Tapi perjalanan dia ke titik ini? Panjang, bertahap, dan penuh proses.

Dedi lahir di Siligawan Gadang dan tumbuh dalam lingkungan religius. Identitasnya sebagai sosok yang kuat di nilai keislaman bukan cuma pencitraan. Dari bangku sekolah seperti Al Washliyah 12 (1991), MTs.S Ponpes Modern Azzidin Medan (1994), sampai MAS Ex. PGA Proyek Univa Medan (1997), fondasi keagamaannya sudah kebentuk sejak dini.

Masuk ke jenjang lebih tinggi, ia kuliah di UISU jurusan Administrasi Negara, lalu mendalami Ilmu Hukum di UMN Al Washliyah dan Univa Medan (lulus 2006). Nggak berhenti di situ, Dedi lanjut ambil Studi Pembangunan di USU hingga jenjang magister (2010) dan doktoral (2017). Kombinasi hukum dan pembangunan ini jadi bekal kuat buat baca arah kebijakan nasional sekaligus dampaknya ke daerah.

Kariernya di parlemen juga nggak ujug-ujug. Tahun 2005, ia sudah masuk ekosistem Senayan sebagai Asisten Anggota DPD/MPR RI. Dari situ, dia belajar dapur politik nasional. Tahun 2014, Dedi resmi terpilih sebagai Anggota DPD RI. Kepercayaan itu berlanjut di 2019 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Konsisten tiga periode? Itu bukti publik Sumut masih kasih mandat.

Di luar parlemen, Dedi dikenal aktif di banyak organisasi. Ia pernah menjabat Ketua Umum Al Jam’iyatul Washliyah (2018)—organisasi Islam besar yang punya sejarah panjang di Sumut. Ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI (2020) serta duduk sebagai Dewan Penasehat di berbagai forum seperti Forum Bela Negara RI, BKPRMI, hingga Komunitas Da’i Melayu.

Track record ini nunjukin satu benang merah: Dedi nggak cuma politisi, tapi juga aktivis sosial-keagamaan. Isu kebangsaan, pembangunan daerah, sampai penguatan moral masyarakat jadi concern yang terus ia suarakan.

Di DPD RI, perannya jelas: mengawal aspirasi daerah agar nggak tenggelam di pusat. Dengan latar akademik kuat, jaringan organisasi luas, dan pengalaman legislatif sejak 2005, Dedi Iskandar Batubara tampil sebagai senator yang paham medan—baik di ruang sidang maupun di tengah masyarakat.

Santai di gaya, serius di kerja. Buat Sumut, Dedi bukan sekadar nama di kertas suara, tapi figur yang sudah.