Manusiasenayan.id – Kalau lo kira semua pimpinan DPR lahir dari jalur instan, cerita Cucun Ahmad Syamsurijal bakal bikin lo mikir ulang. Politisi Fraksi PKB yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI ini ngebangun kariernya dari akar rumput—dari pesantren, organisasi, sampai dunia usaha.
Cucun lahir 8 Oktober 1972 di Bandung. Pendidikan dasarnya ia tempuh di MIN Sutam (1979–1985), lanjut ke SMP II Ciparay dan SMA I Cipasung. Jalur akademiknya makin serius saat ia kuliah di IAIC Tasikmalaya jurusan Peradilan Agama (1991–1996). Nggak berhenti di situ, ia memperdalam kapasitasnya di UNPAD Bandung jurusan Administrasi Publik (S2 dan S3, 2016–2023). Background ini jadi bekal kuat buat baca peta birokrasi dan kebijakan negara.
Sebelum full jadi politisi Senayan, Cucun juga kenyang pengalaman di dunia bisnis. Ia pernah jadi Direktur Utama PT. Ghaida Sugih Mulya, Manajer Pemasaran PT. Haji Saepudin, dan terlibat di CV. HS Putri sebagai komanditer sejak 1997. Artinya, ia paham betul dinamika lapangan—nggak cuma teori, tapi juga praktik.
Karier organisasinya juga nggak main-main. Ia pernah jadi Ketua MWC NU Solokan Jeruk (1998–2002), Bendahara Umum PC NU Kabupaten Bandung, hingga Ketua PW LPNU Jawa Barat. Di tubuh partai, ia meniti tangga dari Wakil Bendahara DPW PKB Jawa Barat, lalu Bendahara Umum, sampai akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung (2010–2015). Bahkan, ia juga memimpin Garda Bangsa periode 2015–2019.
Di DPR RI, grafiknya makin naik. Ia pernah jadi Sekretaris Fraksi PKB (2015–2017), lalu dipercaya sebagai Ketua Fraksi PKB DPR RI (2017–2024). Posisi strategis ini mengantarkannya ke level berikutnya: Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029. Di alat kelengkapan dewan, ia juga pernah bertugas di Komisi III serta kini menjadi Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat—pos yang fokus ke isu sosial, pendidikan, dan kesejahteraan publik.
Prestasinya juga diakui. Tahun 2018 ia menerima Teropong Parlement Award, lalu pada 2019 meraih penghargaan Indonesian Professional Development.
Gaya Cucun cenderung low profile tapi konsisten. Ia bukan tipe politisi yang doyan sensasi. Fokusnya jelas: mengawal kebijakan pro-rakyat dan memastikan DPR tetap relevan sebagai rumah aspirasi.
Dari santri, pengusaha, organisatoris, sampai pimpinan parlemen—perjalanan Cucun Ahmad Syamsurijal nunjukkin satu hal: politik itu soal proses panjang, bukan shortcut.
