Manusiasenayan.id – Kalau lo cari sosok perempuan Bengkulu yang jalannya pelan tapi pasti di dunia politik, nama HJ. Leni Haryati John Latief, S.E., M.Si. nggak bisa dilewatin. Perempuan kelahiran Taba Anyar ini sekarang duduk sebagai anggota DPD RI periode 2024–2029, mewakili Dapil Bengkulu dengan nomor anggota B-28.
Yes, beliau bukan cuma simbol keterwakilan daerah. Ia beneran jadi jembatan antara aspirasi masyarakat Bengkulu dan kebijakan di tingkat nasional.
Perjalanan pendidikannya juga nggak instan. Leni memulai dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (1976), lanjut ke SMP Negeri Tes (1980), lalu SMA Negeri 1 Curup (1983). Ia kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Bengkulu pada 1990. Nggak berhenti di situ, semangat belajarnya berlanjut sampai akhirnya menyelesaikan studi Ilmu Administrasi di Universitas Bengkulu tahun 2011. Kombinasi ekonomi dan administrasi publik ini jadi bekal kuat buat memahami tata kelola kebijakan dan pembangunan daerah.
Sebelum duduk di Senayan, Leni sudah lebih dulu kenyang pengalaman di legislatif daerah. Tahun 2009, ia menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Bengkulu. Dari sini, ia belajar langsung soal denyut kebutuhan masyarakat di level akar rumput—mulai dari persoalan sosial sampai penguatan ekonomi lokal.
Di luar politik, jejaring organisasinya juga luas. Ia aktif sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Bengkulu, Ketua BKMM-DMI Provinsi Bengkulu, hingga Ketua DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia Provinsi Bengkulu. Bahkan sejak 2008, ia sudah dipercaya sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Nggak heran kalau isu pemberdayaan perempuan dan ekonomi umat jadi perhatian seriusnya.
Kiprahnya di organisasi keagamaan seperti KBIH Al-Mabrur, Majlis Taklim Al-Mabruhah IPHI, sampai Yayasan Peduli Dhuafa menunjukkan satu benang merah: Leni dekat dengan basis masyarakat. Ia nggak cuma main di ruang sidang, tapi juga aktif di ruang sosial.
Sebagai senator, fokusnya jelas—mengawal kepentingan Bengkulu agar nggak tenggelam di arus kebijakan pusat. Infrastruktur, ekonomi daerah, pemberdayaan perempuan, sampai penguatan nilai-nilai keagamaan jadi bagian dari komitmennya.
Di tengah dinamika politik nasional yang sering keras, Leni memilih gaya tenang tapi tegas. Buatnya, jabatan itu amanah. Dan dari Taba Anyar sampai kursi DPD RI, ia menunjukkan satu hal: politik bisa dijalani dengan konsistensi, jejaring sosial yang kuat, dan keberpihakan nyata ke masyarakat.
