Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin sosok politisi yang lahir dari dunia usaha lalu mateng di parlemen, nama Bambang Haryadi layak masuk radar. Sekarang ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, komisi yang ngurus energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, sampai investasi. Isinya isu-isu panas semua—dan Bambang ada di ring terdepan.
Lahir di Pringsewu, Lampung, 10 Juli 1978, Bambang tumbuh dari latar belakang pendidikan yang cukup beragam. Ia mengenyam pendidikan dasar di SD Negeri Gambirono IV (1985–1991), lanjut ke SMP Negeri Bangsalsari (1991–1994), lalu SMA Islam Al Hidayah (1994–1998). Untuk pendidikan tinggi, ia tercatat menempuh studi di STIE MAIJI jurusan Ilmu Ekonomi (2012) dan juga di STIAMI. Basis ekonomi ini jadi fondasi kuat saat ia bicara soal investasi, industri, dan kedaulatan energi.
Sebelum full terjun ke politik, Bambang kenyang pengalaman di dunia bisnis. Kariernya dimulai sebagai Direktur di CV Binatama Mandiri Express (1999–2004). Ia lalu jadi Manager Marketing di PT Jurindo Sakti Utama (2004–2007), naik sebagai Direktur Marketing di PT Tri Mitra Jaya (2007–2010), hingga menjabat Direktur Utama PT Visitama Citra Nusantara (2010–2013). Track record ini bikin dia paham betul ritme pasar, strategi investasi, dan realitas dunia usaha.
Di jalur organisasi, Bambang juga nggak pasif. Ia pernah menjadi Anggota Dewan Pakar LSM Top 21 (2007–2010). Namanya makin dikenal saat dipercaya sebagai Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Jawa Timur periode 2013–2015, sayap kepemudaan Partai Gerindra. Dari sini, jaringan politik dan basis kaderisasinya makin solid.
Di DPR RI, perannya nggak cuma duduk manis. Selain menjadi Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, ia juga tercatat sebagai anggota Badan Legislasi (Baleg) dan pernah terlibat dalam Panitia Khusus (Pansus). Artinya, ia ikut membahas dan merancang regulasi strategis yang berdampak langsung ke sektor energi dan investasi nasional.
Di Komisi XII, Bambang konsisten mengawal isu kedaulatan energi nasional, hilirisasi sumber daya alam, serta tata kelola tambang yang transparan dan berpihak ke rakyat. Buatnya, Indonesia nggak boleh cuma jadi penonton di tengah kekayaan alam sendiri. Negara harus hadir, regulasi harus kuat, dan manfaatnya harus balik ke masyarakat.
Gaya bicaranya lugas, straight to the point. Kombinasi pengalaman bisnis dan politik bikin Bambang Haryadi tampil sebagai figur yang ngerti teknis, tapi juga paham strategi besar. Di tengah tantangan transisi energi dan kompetisi global, perannya di Senayan jelas bukan kaleng-kaleng.
