Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin politisi yang jalannya nggak instan ke Senayan, nama Iman Sukri termasuk salah satu yang cukup menarik buat dibahas. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini punya perjalanan yang panjang—mulai dari dunia pesantren, media, birokrasi, sampai akhirnya masuk ke panggung politik nasional.

Iman Sukri lahir dan tumbuh dalam lingkungan yang cukup dekat dengan dunia pendidikan berbasis keagamaan. Ia memulai sekolah dasar di SDN 1 Tuwed (1986–1992), lalu melanjutkan pendidikan di MTs Nurul Jadid Probolinggo (1992–1995) dan MAN Nurul Jadid Probolinggo (1995–1998). Lingkungan pesantren ini ikut membentuk karakter disiplin dan kepeduliannya terhadap isu sosial.

Setelah lulus dari pesantren, Iman melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan mengambil jurusan Hukum Islam (1998–2003). Di fase ini, minatnya terhadap hukum dan tata kelola negara mulai terbentuk. Ia kemudian memperdalam keilmuan dengan mengambil Magister Hukum Tata Negara di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (2003–2005).

Nggak berhenti di situ, semangat belajarnya masih berlanjut sampai sekarang. Ia sedang menempuh program doktor Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia sejak 2021. Langkah ini menunjukkan bahwa bagi Iman, dunia akademik tetap penting sebagai bekal memahami kebijakan publik secara lebih dalam.

Dari Konsultan, Media, sampai Pemerintahan

Sebelum masuk dunia politik praktis, karier profesional Iman dimulai sebagai konsultan komunikasi dan hukum di PT Redwhite Communication Solutions Jakarta (2003–2006). Di fase ini ia banyak bersentuhan dengan strategi komunikasi publik dan isu hukum.

Perjalanannya kemudian bergeser ke dunia media. Ia pernah menjadi Redaktur Pelaksana PT Media Nusa Pradana (2006–2013) yang mengelola Harian Jurnal Nasional. Pengalaman ini membuatnya cukup akrab dengan dinamika informasi publik, isu kebijakan, dan komunikasi politik.

Kariernya di media juga berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Direktur Utama Harian Jurnal Nasional di PT Media Bangsa Bersatu sejak 2016. Posisi ini membuatnya tetap terhubung dengan dunia jurnalistik meskipun mulai aktif di pemerintahan.

Masuk ke lingkar pemerintahan, Iman dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2014–2017). Ia kemudian melanjutkan peran serupa sebagai Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (2017–2019) sebelum kembali lagi ke Kementerian Desa sebagai Staf Khusus Menteri pada 2019–2024.

Aktivis Organisasi dan Wakil Rakyat

Selain aktif di dunia profesional, Iman juga cukup lama terlibat dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjadi peneliti di Parliament Watch Indonesia (2000–2003) yang fokus pada isu parlemen dan demokrasi.

Ia juga tercatat sebagai anggota Kongres Advokat Indonesia (2012–2017) serta pernah menjabat sebagai Ketua I Federasi Panjat Tebing Indonesia (2018–2020).

Dengan bekal pengalaman akademik, media, organisasi, dan pemerintahan, Iman Sukri akhirnya melangkah ke parlemen sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029. Di Senayan, ia dipercaya menjadi bagian dari Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, terlibat dalam berbagai panitia khusus, serta menjalankan tugas sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan komunikasi.

Perjalanan Iman Sukri menunjukkan satu hal yang cukup jelas: politik bukan cuma soal jabatan, tapi juga soal pengalaman panjang memahami masyarakat, kebijakan, dan cara kerja negara. Dari pesantren, ruang redaksi, hingga ruang sidang parlemen—jalannya memang panjang, tapi justru itu yang membentuk karakternya sebagai politisi.