Manusiasenayan.id – Situasi panas di Timur Tengah sempat bikin deg-degan banyak pihak, termasuk Indonesia. Tapi kabar terbaru ini lumayan bikin lega. Pemerintah Iran akhirnya kasih sinyal positif buat dua kapal milik Pertamina yang sebelumnya sempat tertahan di Selat Hormuz.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, bilang kalau keputusan ini bukan datang tiba-tiba. Semua lewat proses koordinasi yang cukup intens antara Kemlu, KBRI Tehran, Pertamina, sampai pihak pemerintah Iran.
“Pemerintah Iran sudah menyampaikan pertimbangan positif terkait keamanan pelintasan kapal Pertamina di Selat Hormuz,” jelas Yvonne.
Artinya? Dua kapal Pertamina itu sekarang punya peluang besar buat lanjut perjalanan setelah sempat “parkir lama” gara-gara konflik Iran vs Israel dan Amerika Serikat yang memanas sejak akhir Februari lalu.
Tapi, jangan buru-buru senang dulu. Walaupun izin sudah ada, Pertamina masih harus beresin beberapa hal teknis sebelum kapal benar-benar bisa jalan. Mulai dari urusan asuransi, kesiapan kru, sampai aspek keamanan lainnya yang nggak bisa dianggap sepele.
Menurut Yvonne, langkah ini penting banget biar pelayaran tetap aman dan nggak menimbulkan risiko baru di tengah situasi geopolitik yang masih belum stabil.
“Pertamina masih menyiapkan kesiapan teknis sebelum menindaklanjuti izin tersebut,” tambahnya.
Di sisi lain, Kemlu RI juga nggak tinggal diam. Mereka memastikan bakal terus menjalin komunikasi dengan semua pihak terkait. Tujuannya jelas: memastikan kapal-kapal Indonesia bisa melintas dengan aman di jalur yang super strategis itu.
FYI, Selat Hormuz ini bukan jalur biasa. Ini adalah salah satu jalur energi paling vital di dunia. Ketika Iran sempat “nutup” akses di sana akibat konflik, dampaknya langsung terasa ke pasar energi global. Harga minyak sempat goyang, dan ratusan kapal tanker dari berbagai negara, termasuk Indonesia, jadi ikut terjebak.
Makanya, kabar ini bisa dibilang jadi angin segar. Walaupun belum sepenuhnya clear, setidaknya ada jalan keluar yang mulai kelihatan.
Sekarang, semua mata tertuju ke langkah Pertamina selanjutnya. Kalau semua kesiapan teknis beres, bukan nggak mungkin kapal-kapal ini bakal segera “tancap gas” dan keluar dari zona rawan.
Di tengah situasi dunia yang makin nggak pasti, langkah cepat tapi tetap hati-hati jadi kunci. Indonesia jelas nggak mau ambil risiko besar, apalagi kalau menyangkut keamanan energi nasional.
