Manusiasenayan.id – Di tengah dunia politik yang makin rame gimmick dan adu konten, nama Habib Aboe Bakar Al-Habsyi justru punya gaya sendiri. Nggak terlalu banyak sensasi, tapi konsisten muncul lewat kerja nyata dan suara kritis di parlemen. Buat anak tongkrongan politik Senayan, sosok ini ibarat “senior organisasi” yang ngomongnya santai, tapi isi kepalanya penuh strategi.

Lahir di Jakarta, 15 Oktober 1964, perjalanan Habib Aboe dimulai dari sekolah negeri biasa. Ia mengenyam pendidikan di SD Negeri 03 Tanah Abang, lanjut ke SMP Negeri 18 Jakarta, lalu SMA Negeri 7 Jakarta. Setelah cukup lama aktif di dunia kerja dan organisasi, ia melanjutkan kuliah di STIE Bisnis Indonesia pada 2003–2007. Jalurnya bukan tipe politisi instan yang tiba-tiba muncul pas musim pemilu.

Sebelum duduk di Senayan, Habib Aboe sudah lebih dulu terjun sebagai Direktur PT. Ummul Quro sejak 1985 hingga 2008. Pengalaman itu jadi modal penting saat masuk dunia politik nasional. Sejak 2009, ia dipercaya menjadi Anggota DPR RI dan terus bertahan hingga sekarang mewakili Fraksi PKS.

Di DPR, namanya lekat dengan Komisi III DPR RI, komisi yang ngurus urusan hukum, kepolisian, HAM, sampai lembaga peradilan. Dari sinilah karakter Habib Aboe mulai dikenal publik. Ia sering vokal mengkritik persoalan hukum, mafia peradilan, hingga isu narkoba dan keamanan nasional.

Yang menarik, di internal parlemen pengaruhnya juga nggak kecil. Ia pernah menjabat Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (2019–2022), lembaga yang ngurus etik anggota DPR. Di Fraksi PKS sendiri, Habib Aboe juga dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal PKS periode 2020–2025. Posisi yang jelas cuma diberikan ke orang dengan pengalaman dan jam terbang tinggi.

Tapi perjalanan organisasinya ternyata udah dimulai sejak muda. Dari Pramuka, Ketua Ikatan OSIS se-Jakarta, sampai aktif di Pelajar Islam Indonesia. Jadi jangan heran kalau gaya komunikasinya sekarang terasa luwes dan gampang masuk ke berbagai kalangan.

Di luar sidang dan rapat politik, Habib Aboe dikenal punya karakter religius dan cukup dekat dengan masyarakat. Ia juga aktif membina sejumlah organisasi seperti PAHAM Indonesia dan Lumbung Informasi Rakyat. Sosoknya nggak selalu viral di media sosial, tapi punya pengaruh kuat di internal politik dan kaderisasi.

Buat banyak orang, politik hari ini sering terasa penuh pencitraan. Tapi Habib Aboe Bakar Al-Habsyi nunjukin kalau konsistensi, pengalaman, dan kerja senyap tetap punya tempat di tengah kerasnya panggung Senayan.