Manusiasenayan.id – Di tengah hiruk-pikuk Senayan yang kadang terasa penuh “pemain lama”, sosok Giri Ramanda N. Kiemas hadir dengan gaya yang lebih kalem tapi tetap ngena. Nggak banyak gimmick, tapi rekam jejaknya pelan-pelan nunjukin kalau dia bukan sekadar numpang nama besar.
Lahir dan besar di Jakarta, Giri menghabiskan masa sekolahnya dari SD sampai SMA di lingkungan pendidikan St. Maria Fatima dan SMU Negeri 12 Jakarta. Dari sini, kelihatan jalur akademiknya udah cukup rapi. Lanjut ke Universitas Indonesia, dia ambil Ilmu Ekonomi dengan konsentrasi Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan—sebuah bidang yang nggak cuma teoritis, tapi juga relevan banget buat isu pembangunan. Nggak berhenti di situ, dia lanjut S2 di Universitas Sriwijaya fokus Manajemen Keuangan, dan bahkan terus mendalami Administrasi Publik di kampus yang sama.
Masuk ke dunia kerja, Giri sempat ngerasain fase “anak kampus produktif”—jadi staf di proyek internal UI sampai akhirnya nyemplung ke dunia korporasi sebagai komisaris. Tapi titik baliknya jelas saat dia terjun ke politik daerah. Tahun 2004, dia resmi jadi anggota DPRD Sumatera Selatan. Kariernya nggak main-main—dari anggota, naik jadi Ketua Komisi III, lalu puncaknya jadi Ketua DPRD Sumatera Selatan periode 2014–2018. Ini bukan posisi sembarangan, apalagi di level provinsi.
Yang menarik, di tengah kesibukan politik, Giri juga tetap “ngampus”. Ia aktif sebagai dosen luar biasa di beberapa kampus seperti UIN, Unsri, sampai Universitas Sumatera Selatan. Kombinasi politisi dan akademisi ini bikin cara pandangnya cenderung lebih sistematis, nggak sekadar politis.
Di ranah organisasi, Giri bisa dibilang “anak lama” yang udah kenyang pengalaman. Dari GMNI, Banteng Muda Indonesia, sampai struktur PDIP, semuanya pernah dia lewati. Bahkan, dia sempat menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan selama dua periode (2015–2024)—posisi strategis yang nunjukin pengaruhnya di level regional.
Sekarang, langkahnya udah sampai di Senayan sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. Di sana, dia duduk di Komisi II DPR RI yang ngurusin pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, dan birokrasi—isu yang mungkin nggak “sexy”, tapi super krusial. Selain itu, dia juga terlibat di Badan Legislasi dan Panitia Khusus, yang artinya ikut andil dalam pembentukan aturan nasional.
Kalau dilihat dari track record-nya, Giri ini tipe politisi yang “main panjang”. Nggak terlalu cari spotlight, tapi konsisten bangun fondasi—baik di daerah maupun pusat. Dengan background ekonomi, pengalaman legislatif dari bawah, dan jaringan organisasi yang luas, dia jadi salah satu contoh politisi PDIP yang tumbuh lewat proses, bukan instan.
Singkatnya, di antara banyak wajah di parlemen, Giri Ramanda adalah representasi politisi yang lebih suka kerja daripada sekadar tampil. Dan di politik Indonesia yang masih sering ribut soal pencitraan, model kayak gini justru jadi menarik buat diperhatiin.
