Manusiasenayan.id – Di tengah dunia politik yang makin ramai sama gimmick dan perang konten, nama Ecky Awal Mucharam justru muncul dengan gaya yang cenderung tenang. Nggak terlalu banyak drama, nggak juga sibuk cari panggung viral. Tapi kalau udah ngomong soal anggaran negara, pengawasan kebijakan, sampai urusan hukum di parlemen, politisi dari Fraksi PKS ini termasuk yang cukup vokal.

Lahir dan besar dengan latar belakang pendidikan akuntansi, Ecky punya karakter yang kuat di urusan hitung-hitungan dan pengawasan keuangan. Buat dia, politik bukan cuma soal debat di depan kamera, tapi juga soal gimana uang negara dipakai dengan benar dan nggak melenceng dari kepentingan rakyat.

Sebelum duduk di Senayan, perjalanan karier Ecky juga cukup panjang. Ia pernah bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pengalaman itu bikin dirinya akrab dengan dunia audit, pengawasan, dan tata kelola keuangan negara. Nggak heran kalau di DPR, gaya bicaranya sering berbasis data dan detail angka.

Selain itu, Ecky juga pernah aktif di Kantor Akuntansi Publik Husni, Mucharam dan Rasidi. Dari sana, kemampuan analisis keuangannya makin terbentuk. Ia juga sempat terlibat di Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) dan EQ Consultants, yang makin memperluas pengalaman profesionalnya sebelum full masuk dunia politik.

Menariknya, perjalanan organisasinya juga dimulai sejak muda. Waktu SMP dan SMA, Ecky sudah aktif di OSIS SMP dan OSIS SMA. Saat kuliah, ia bergabung di Komisariat Mahasiswa STAN, tempat yang dikenal melahirkan banyak orang dengan kemampuan administrasi dan keuangan yang kuat. Ia juga pernah aktif di Yayasan Alfida.

Karier politik Ecky di DPR RI terbilang cukup konsisten. Selama menjadi anggota parlemen, ia dipercaya masuk ke beberapa alat kelengkapan dewan seperti Komisi III DPR RI, Badan Anggaran, hingga beberapa Panitia Khusus. Posisi di Komisi III membuatnya ikut mengawasi isu hukum, keamanan, dan penegakan keadilan di Indonesia.

Di mata sebagian anak muda, politisi kayak Ecky mungkin nggak selalu muncul di FYP atau headline sensasional. Tapi justru di situlah letak menariknya. Ia lebih dikenal sebagai sosok yang bekerja lewat pembahasan regulasi, pengawasan anggaran, dan kritik terhadap kebijakan yang dianggap nggak berpihak ke rakyat.

Sebagai kader PKS, Ecky juga dikenal loyal dengan garis perjuangan partainya. Tapi di sisi lain, ia tetap mencoba membawa isu-isu publik dengan pendekatan yang lebih rasional dan berbasis data. Buat banyak orang, sosok seperti Ecky adalah contoh politisi yang nggak harus selalu ramai untuk bisa punya pengaruh besar di parlemen.