Manusiasenayan.id – Bro, siapa yang gak ngerasa pentingnya perubahan undang-undang di Indonesia? Nah, baru-baru ini Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, ngasih penegasan pentingnya sinergi komunikasi antar kementerian dan lembaga negara dalam membangun kepercayaan publik. Kata dia, informasi soal perubahan hukum pidana atau KUHAP harus sampai ke masyarakat dengan cara yang gampang dimengerti. Gak pake bahasa ribet, supaya semua orang ngerti perubahan hukum ini bakal ngaruh ke kehidupan mereka.

“Seminar ini keren banget. Bukan cuma untuk ngebahas perubahan KUHAP, tapi juga buat ngedengerin langsung dari narasumber yang punya pengalaman dan wawasan soal gimana komunikasi publik harus dijaga biar masyarakat gak cuma jadi objek sosialisasi, tapi juga subjek yang aktif,” ujar Rizki pas selesai seminar di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Rizki bilang, dalam setiap proses pembentukan peraturan, yang namanya partisipasi itu penting banget. Artinya, masyarakat harus ngasih pendapat dan aspirasi, terus itu harus dipertimbangin serius, jangan asal omong. Kalau gak dipertimbangin, ya buat apa dong ngasih masukan?

“Yang paling penting adalah masyarakat bisa didengerin dan aspirasi mereka dihargai. Setelah itu, jangan cuma diem, kasih penjelasan juga soal apa yang bakal dilakukan buat ngelakuin apa yang mereka suarain,” tambah Rizki.

Menurut Rizki, tantangan terbesar sekarang adalah gimana caranya komunikasi publik bisa nyampe ke anak muda. Ya, anak muda yang sekarang makin melek politik, gak selalu di depan layar, tapi mereka ngikutin perkembangan isu lewat media sosial, YouTube, dan berbagai platform digital lainnya.

“Anak muda sekarang tuh lebih melek politik, meski gak selalu diomongin di depan, mereka aktif banget nyari info soal kehidupan mereka lewat media sosial, YouTube, dan platform lainnya. Mereka cari tahu soal kerja, pendidikan, bahkan kebijakan yang ngefek langsung ke hidup mereka,” ujar Rizki.

Menurut Rizki, sejauh ini DPR udah berjalan di jalur yang benar dalam hal komunikasi publik. Tapi tetep, harus konsisten supaya kepercayaan publik terhadap DPR terus terjaga dan makin tinggi.

“Upaya komunikasi udah cukup oke, tinggal dijaga konsistensinya. Karena DPR RI adalah rumah aspirasi masyarakat,” tambah Rizki.

Suprihartini, Deputi Bidang Persidangan Sekretariat Jenderal DPR RI juga menegasin kalau keterlibatan publik dalam proses pembahasan KUHAP itu gede banget. Ada sekitar 150 kegiatan yang melibatkan masyarakat dan berbagai organisasi dalam diskusi tentang KUHAP ini.

“Proses pembahasan KUHAP itu gak cuma sebatas ngomongin peraturan, tapi udah melibatkan banyak banget orang dan organisasi,” jelas Suprihartini.

Ke depannya, DPR RI dan Bakohumas bakal terus bikin program-program komunikasi buat ngebangun kesadaran masyarakat soal undang-undang dan kebijakan yang bakal keluar dari DPR.