Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin sosok yang nggak cuma ngerti hukum tapi juga jago nge-handle keamanan, nama Rikwanto wajib banget masuk radar. Laki‑laki yang lahir 1 Januari 1965 ini perjalanan hidupnya panjang dan penuh warna, dari bangku sekolah sampai Senayan.
Awal kariernya udah keliatan serius banget. Dari SD Kampung Dukuh Pagi III, lanjut SMP 102 Jakarta, sampai SMA 11 Medan, Rikwanto fokus banget sama pendidikannya. Nggak berhenti di situ, ia lanjut kuliah Sarjana Ilmu Kepolisian di PTIK Jakarta, terus ngejar Magister Humaniora di UGM, dan akhirnya Doktor Hukum di UNDIP. Bisa dibilang, ilmu hukum dan strategi keamanan udah jadi makanan sehari-harinya.
Masuk Polri tahun 1988, Rikwanto langsung ngegas di Polres Metro Jakarta Barat. Dari Pama, Kanit, Kaur, Wakapolsek, sampai akhirnya jadi Kapolres Karanganyar (2005–2007) dan Kapolres Klaten (2007–2008). Nggak lama kemudian, ia dipercaya jadi Wakapolwil Banyumas sebelum memimpin wilayah sebagai Kapolda Malut (2018–2020) dan Kapolda Kalsel (2020–2022).
Selama puluhan tahun berkarier, Rikwanto nggak cuma sekadar kerja. Ia dapet penghargaan penting kayak Satyalancana Pengabdian 32 Tahun (2021) dan Satyalancana Naraya (2019). Artinya, dedikasi dan integritasnya nggak diragukan lagi.
Setelah pensiun dari Polri, langkahnya nggak berhenti. Ia masuk ke politik lewat Partai Golkar dan sukses duduk di DPR RI periode 2024–2029, jadi anggota Komisi III yang urusannya hukum, keamanan, dan HAM. Rikwanto juga aktif di Badan Aspirasi Masyarakat dan beberapa Panitia Khusus, nunjukin kalau ia serius bawa suara rakyat ke parlemen.
Yang bikin Rikwanto unik, ia nggak cuma ngomong doang. Gaya kerjanya lugas, tegas, tapi tetep berpihak ke masyarakat kecil. Ia sering kritik praktik hukum yang kaku dan selalu tekankan bukti kuat sebelum ambil keputusan. Buat anak muda yang follow kiprahnya, sosok ini jadi inspirasi nyata: pengalaman panjang + integritas tinggi = modal kuat buat bikin perubahan positif.
Singkatnya, Rikwanto bukan cuma mantan Kapolda atau anggota DPR. Dia figur yang bawa pengalaman lapangan ke Senayan, bikin hukum dan keamanan nggak cuma teori, tapi nyata untuk masyarakat.
