Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin politik, kadang orang suka skeptis duluan. Kebanyakan janji, terlalu formal, atau terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Tapi di Bali, ada satu nama yang muncul dengan cerita cukup beda: I Komang Merta Jiwa, SE. Sosok yang jalannya ke Senayan bukan lewat jalur popularitas besar-besaran, tapi lebih mirip cerita orang tongkrongan yang pelan-pelan naik level karena konsisten.

Lahir di Bangli, 12 April 1970, Komang Merta Jiwa tumbuh dengan kultur Bali yang kuat. Sebagai pria beragama Hindu, ia besar di lingkungan masyarakat yang lekat dengan nilai gotong royong dan adat. Buat sebagian orang, latar seperti ini mungkin terdengar biasa. Tapi justru dari situ, cara pandangnya soal masyarakat kebentuk—bahwa urusan rakyat itu nggak bisa cuma dilihat dari balik meja rapat.

Nama Komang mungkin nggak langsung sepopuler figur-figur politik Bali yang udah lama wara-wiri di media. Tapi Pemilu 2024 jadi momen yang bikin banyak orang melirik. Di tengah persaingan ketat menuju kursi senator, ia berhasil mencetak angka yang nggak main-main: 363.440 suara. Angka itu bikin dirinya resmi menjadi Senator Terpilih DPD RI Periode 2024–2029 dari Dapil Bali. Buat ukuran kontestasi DPD yang keras dan penuh nama besar, capaian itu jelas bukan hasil “iseng lewat”.

Sebelum duduk di kursi parlemen, Komang bukan orang baru di dunia organisasi. Ia dikenal aktif membangun jejaring sosial kemasyarakatan di Bali. Salah satu jabatan penting yang pernah ia emban adalah Sekretaris Jenderal Baladika Bali—organisasi yang cukup dikenal di Pulau Dewata. Dari sana, ia belajar banyak soal dinamika masyarakat, komunikasi akar rumput, sampai cara menyerap persoalan warga secara langsung.

Yang menarik, gaya politik Komang terasa lebih membumi. Nggak terlalu banyak jargon langit-langit. Ia beberapa kali menyoroti isu konkret seperti rumah layak huni untuk masyarakat kurang mampu, penguatan ekonomi rakyat, sampai dorongan buat pelaku UMKM Bali agar tetap bisa tumbuh di tengah perubahan zaman.

Di tengah dunia politik yang sering penuh pencitraan, Komang Merta Jiwa hadir dengan vibe yang lebih sederhana: kerja dulu, hasil belakangan ngomong sendiri. Dari Bangli ke Senayan, perjalanan ini jadi bukti kalau kadang jalan politik nggak selalu soal siapa paling terkenal, tapi siapa yang cukup konsisten buat terus hadir di tengah masyarakat.

Mungkin itu alasan kenapa namanya akhirnya berhasil tembus ke level nasional. Karena pada akhirnya, rakyat sering kali bisa bedain mana yang cuma datang pas musim pemilu, dan mana yang emang udah lama nongkrong bareng mereka.