Manusiasenayan.id – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Maman Imanul Haq, lagi serius nyorotin pelayanan haji tahun ini. Tapi fokusnya bukan cuma soal jadwal keberangkatan atau urusan teknis doang. DPR sekarang pengen memastikan jemaah lansia, penyandang disabilitas, sampai perempuan bener-bener dapet perlindungan dan pelayanan yang manusiawi selama ibadah haji berlangsung.
Hal itu disampaikan Maman saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (17/05/2026).
Menurut dia, pelayanan haji tuh jangan sekadar formalitas atau checklist administrasi. Petugas di lapangan juga harus punya empati dan ngerti kondisi jemaah, apalagi buat kelompok rentan yang tenaga dan mentalnya nggak selalu stabil selama perjalanan ibadah.
Maman bahkan bilang kalau petugas haji yang ngurus lansia harus lebih sabar dan ngerti cara komunikasi yang enak. Bukan cuma ngarahin jalan atau ngatur antrean, tapi juga bikin para jemaah merasa aman dan dihargai.
“Jumlah petugas yang melayani lansia harus benar-benar mengedepankan komunikasi psikologis dan penghormatan terhadap orang tua dengan cara-cara yang lebih humanis,” ujar Maman kepada Parlementaria.
Di tengah pengawasan awal, Timwas Haji DPR juga dapet laporan yang bikin cukup waswas. Ada tiga perempuan lansia yang sempat ketakutan gara-gara tindakan seseorang di area pemondokan saat keluarga mereka lagi pergi ke masjid. Walaupun belum dipastikan sebagai tindakan kriminal, Maman bilang kejadian kayak gitu nggak boleh dianggap sepele.
Menurut dia, rasa aman buat jemaah perempuan wajib jadi perhatian utama, apalagi makin mendekati puncak ibadah haji di Makkah. Jangan sampai ada jemaah yang malah ngerasa takut atau nggak nyaman saat lagi fokus ibadah.
Karena itu, Timwas DPR bakal ngecek langsung gimana sistem pelayanan berjalan di lapangan. Mulai dari transportasi, pendampingan, sampai kesiapan petugas bakal terus dipantau supaya konsep “ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan” nggak cuma jadi slogan doang.
Maman juga ngapresiasi langkah penyediaan transportasi khusus buat jemaah disabilitas yang mulai diterapkan tahun ini. Menurutnya, langkah kayak gitu penting banget karena ibadah haji itu bukan perjalanan ringan. Banyak jemaah yang kondisinya butuh perhatian ekstra biar tetap nyaman dan nggak kesulitan selama di Tanah Suci.
Politisi PKB itu optimistis pelayanan haji tahun ini bisa lebih rapi kalau koordinasi antarpetugas, sistem transportasi, dan pola pendampingan disiapkan serius dari awal keberangkatan sampai puncak ibadah nanti. Buat DPR, haji bukan cuma soal berangkat dan pulang, tapi juga soal negara hadir buat kasih kenyamanan dan rasa tenang buat semua jemaah.
