Manusiasenayan.id – Di saat banyak politisi sekarang sibuk rebutan viral dan tampil paling rame di media sosial, sosok Esthon Leyloh Foenay justru punya gaya yang beda. Kalem, nggak banyak gimmick, tapi rekam jejaknya udah panjang banget di dunia pemerintahan dan politik nasional. Buat masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), nama Esthon bukan tokoh baru. Ia termasuk figur senior yang udah lama ngerti problem daerah timur Indonesia dari dekat.
Lahir di Kupang, 3 Agustus 1948, Esthon Leyloh Foenay sekarang dipercaya jadi Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Gerindra dan duduk di Komisi II DPR RI. Komisi ini ngurusin banyak isu penting mulai dari pemerintahan daerah, pertanahan, ASN, pemilu, sampai otonomi daerah. Isu yang kelihatannya teknis, tapi dampaknya langsung kena ke masyarakat sehari-hari.
Sebelum balik lagi ke Senayan, Esthon udah lebih dulu dikenal lewat posisinya sebagai Wakil Gubernur NTT periode 2008–2013. Pengalaman itu bikin cara pandangnya soal pembangunan nggak cuma sebatas teori rapat. Ia tahu langsung gimana susahnya daerah berkembang ngejar ketimpangan infrastruktur, pelayanan publik, dan ekonomi.
Menariknya, meski dikenal sebagai politisi senior, gaya komunikasi Esthon tetap santai dan dekat sama warga. Ia termasuk tipe tokoh yang lebih nyaman turun dengar aspirasi masyarakat dibanding sibuk cari panggung politik. Nggak heran kalau sampai sekarang namanya masih cukup kuat di akar rumput NTT.
Di DPR RI, Esthon beberapa kali menyoroti pentingnya demokrasi yang aman dan pelayanan pemerintah yang nggak boleh ninggalin masyarakat daerah. Ia juga cukup aktif mendorong isu pemerataan pembangunan, hak kepemilikan tanah masyarakat, dan penguatan otonomi daerah supaya wilayah timur Indonesia nggak terus tertinggal.
Meski detail riwayat pendidikan, organisasi, maupun penghargaan publiknya nggak banyak terekspos, Esthon tetap dikenal lewat pengalaman panjangnya di pemerintahan dan kedekatannya dengan masyarakat. Sosoknya lebih identik dengan kerja lapangan dibanding pencitraan politik yang berlebihan.
Di usia yang nggak lagi muda, Esthon masih aktif hadir di tengah masyarakat. Dari agenda reses sampai diskusi soal pembangunan daerah, ia tetap konsisten bawa isu-isu yang dekat dengan kebutuhan warga.
Di tengah politik yang makin berisik, Esthon Leyloh Foenay justru nunjukkin satu hal sederhana: kadang yang paling dibutuhin rakyat bukan politisi paling viral, tapi yang paling paham kondisi lapangan.
