Manusiasenayan.id – Bank Indonesia (BI) lagi pede banget nih. Gimana nggak, capaian kinerjanya di 2025 tembus 109,31 persen. Angka itu bahkan jadi yang paling tinggi dalam lima tahun terakhir. Tapi di balik rapor yang keliatan glowing itu, ada satu pesan penting dari Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan: jangan sampai prestasi ini cuma keren di presentasi, tapi minim impact buat rakyat kecil.
Buat Marwan, ukuran sukses BI tuh bukan cuma soal angka yang lewat target atau laporan yang rapi. Yang paling penting adalah gimana kebijakan itu bisa bikin ekonomi masyarakat ikut gerak, terutama buat para pelaku UMKM yang tiap hari muter roda ekonomi dari bawah.
Hal itu disampaikan Marwan saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bareng Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, selama ini UMKM udah kayak “pemain inti” ekonomi Indonesia. Kontribusinya ke Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari 60 persen, sementara serapan tenaga kerjanya nyentuh lebih dari 90 persen. Jadi kalau sektor ini makin kuat, efeknya bakal langsung kerasa ke banyak orang.
“Kinerja yang bagus harus punya arti buat masyarakat. Salah satunya ya gimana UMKM bisa naik kelas dan berkembang lebih besar,” kata Marwan.
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu juga nyinggung realita yang masih sering bikin pelaku usaha kecil ngos-ngosan: akses modal yang belum gampang dan biaya kredit yang masih lumayan berat. Padahal, menurut dia, UMKM udah berkali-kali buktiin kalau mereka tahan banting waktu krisis datang.
Makanya, Marwan ngingetin kalau Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan sebenarnya udah kasih mandat jelas ke BI buat dorong inklusi keuangan. Artinya, pelaku usaha kecil harus makin gampang dapat akses pembiayaan dan dukungan pengembangan usaha.
Menurutnya, kalau UMKM berhasil naik level, dampaknya nggak bakal main-main. Banyak pekerja informal bisa berubah jadi tenaga kerja formal, lapangan kerja baru makin terbuka, dan ekonomi nasional juga bisa dapet tenaga tambahan buat tumbuh lebih cepat.
“Kalau UMKM naik kelas, ekonomi kita juga ikut naik level,” tegas legislator asal Lampung II itu.
Marwan juga minta BI nggak cuma bikin target yang terdengar manis tiap tahun. Ia pengen ada langkah konkret di 2026 yang benar-benar bisa dirasain langsung sama pelaku usaha kecil di daerah-daerah.
Soalnya buat masyarakat, yang dicari bukan sekadar angka tinggi di laporan tahunan. Mereka pengen bukti nyata kalau kebijakan ekonomi memang bisa bantu usaha berkembang, omzet naik, dan hidup jadi lebih stabil.
Komisi XI DPR RI sendiri, lanjut Marwan, bakal terus ngawalin kebijakan moneter dan sistem keuangan supaya nggak jauh dari kebutuhan rakyat, khususnya sektor produktif yang selama ini jadi penyangga utama ekonomi Indonesia.
