Manusiasenayan.id – Pemerintah lagi nyiapin jurus baru buat bikin Indonesia makin dilirik investor dunia. Caranya? Kasih insentif pajak 0% selama 50 tahun buat pelaku usaha jasa keuangan yang nantinya beroperasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan kalau skema ini memang sedang disiapkan. Menurutnya, langkah itu bukan sekadar ngasih potongan pajak, tapi jadi modal utama supaya PFII bisa bersaing dengan pusat keuangan internasional yang sudah lebih dulu terkenal.

Soalnya, Indonesia datang sebagai “pemain baru”. Sementara di luar sana sudah ada nama-nama besar seperti Singapura, Hong Kong, dan Dubai yang lebih dulu jadi tujuan investor global.

“Kita melihat, untuk tahap pertama sepertinya seperti itu. Kita membandingkan dengan praktik bisnis di tempat lain yang sejenis,” kata Purbaya saat dikonfirmasi soal kabar insentif pajak 0% tersebut.

Menurutnya, kalau Indonesia cuma menawarkan fasilitas yang sama dengan negara lain, ya investor juga bakal mikir dua kali buat pindah modal ke sini. Makanya pemerintah memilih ngasih nilai tambah supaya PFII punya daya saing yang lebih kuat.

Kita harus lebih menarik sedikit. Kenapa? Karena kita masuknya paling belakangan. Kita bersaing dengan Singapura, Hong Kong, Dubai, dan lainnya,” jelasnya.

Purbaya menilai, membangun pusat finansial kelas dunia nggak cukup cuma dengan regulasi. Selama ini pemerintah bersama DPR sudah menyusun berbagai aturan agar PFII punya fondasi yang kuat. Tapi kalau nggak ada sesuatu yang bikin investor tertarik, semua aturan itu bisa saja kurang maksimal hasilnya.

Ibarat lagi jualan, kata dia, tetap butuh “pemanis” supaya calon pembeli lebih tertarik. Dalam konteks ini, pemanisnya adalah insentif pajak yang lebih kompetitif dibanding pusat keuangan internasional lainnya.

“Saya pikir dengan proposal seperti itu pasti akan lebih menarik dibandingkan Dubai, Hong Kong, dan Singapura,” ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya juga melihat kondisi ekonomi dunia yang masih penuh ketidakpastian justru bisa jadi peluang buat Indonesia. Meski sempat mengira kebutuhan terhadap pusat finansial internasional bakal menurun setelah konflik global mereda, kenyataannya situasi geopolitik masih belum benar-benar stabil.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat investor tetap membutuhkan kawasan finansial yang aman dan kompetitif untuk mengembangkan bisnis mereka.

Karena itu, pemerintah ingin memanfaatkan momentum ini agar PFII bisa naik kelas menjadi salah satu pusat keuangan internasional yang diperhitungkan. Harapannya, makin banyak investor global yang masuk ke Indonesia, investasi meningkat, sektor jasa keuangan semakin kuat, dan roda ekonomi nasional ikut bergerak lebih cepat.