Manusiasenayan.id – Kalau perjalanan menuju Senayan biasanya identik dengan dunia politik, Arjuna Sakir punya cerita yang agak beda. Sebelum menjadi anggota DPR RI, ia lebih dulu berkarier panjang di dunia pemeriksaan keuangan negara.
Kini, Arjuna duduk sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem. Ia juga tercatat sebagai anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI. Pengalaman panjangnya di Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK RI membuat isu tata kelola dan akuntabilitas keuangan menjadi bagian penting dari rekam jejaknya di parlemen.
Start dari Parepare
Cerita Arjuna dimulai dari Parepare, Sulawesi Selatan. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 11 Parepare pada 1975–1981, kemudian melanjutkan ke SMPN 4 Parepare pada 1981–1984.
Setelah itu, Arjuna bersekolah di SMAN 1 Parepare dengan jurusan Ilmu Sosial pada 1984–1987.
Pendidikan tingginya berlanjut ke Universitas Hasanuddin. Ia mengambil Akuntansi pada 1987–1995. Dalam riwayat pendidikan yang tercantum di profilnya, Arjuna juga tercatat menempuh Manajemen Keuangan di Universitas Muslim Indonesia.
Dari sini kelihatan bahwa bidang keuangan bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul ketika ia masuk parlemen.
Puluhan Tahun di BPK
Setelah menyelesaikan pendidikan, Arjuna masuk ke BPK RI. Ia tercatat bekerja sebagai auditor pada 1998–2010.
Kariernya kemudian bergerak ke sejumlah posisi struktural. Pada 2010–2014, ia menjadi Kasubag pada Inspektorat Utama BPK RI. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Kepala Sekretariat BPK Perwakilan Papua pada 2014–2015.
Perjalanan di BPK terus berlanjut. Arjuna menjadi Kepala Sub Auditorat BPK Perwakilan Papua pada 2015–2019. Ia kemudian dipercaya memimpin BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat pada 2019–2021, sebelum menjadi Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua pada 2021–2022.
Artinya, sebelum masuk ke dunia legislatif, Arjuna sudah punya pengalaman panjang di bidang audit, pemeriksaan, dan tata kelola keuangan negara.
Dari Pemeriksa ke Pengawas Kebijakan
Masuk ke DPR membuat pengalaman tersebut bertemu dengan fungsi pengawasan parlemen.
Arjuna tercatat sebagai anggota BAKN DPR RI. Dalam kegiatan BAKN pada 2025, ia ikut meninjau hasil pemeriksaan keuangan BPK di Sorong, Papua Barat Daya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti persoalan keterbatasan pengawasan dan kemampuan teknis sumber daya manusia yang menjadi tantangan dalam tata kelola keuangan di Tanah Papua.
Jadi, pengalaman lamanya di BPK tidak berhenti sebagai catatan CV. Ia juga membawanya ke ruang pengawasan DPR.
Sekarang Duduk di Komisi VII
Di DPR, Arjuna ditempatkan di Komisi VII. Komisi ini membidangi sektor perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi.
Ia juga tercatat ikut dalam kegiatan Komisi VII, termasuk Panja Daya Saing Industri Nasional yang melakukan peninjauan terhadap industri nasional.
Sementara itu, data KPU mencatat Arjuna memperoleh 1.720 suara pada Pemilu 2024 dari Dapil Papua. Dokumen KPU juga mencatatnya sebagai calon dari Partai NasDem.
Dari Parepare, masuk dunia audit, memimpin perwakilan BPK di Papua dan Papua Barat, lalu berlanjut ke Senayan. Perjalanan Arjuna Sakir cukup jelas menunjukkan satu benang merah: pengalaman di bidang keuangan negara yang kemudian dibawa ke ruang pengawasan dan pembahasan kebijakan di DPR RI.
