Manusiasenayan.id – Musik dangdut bukan cuma soal goyang bareng atau lagu andalan buat meramaikan tongkrongan. Lebih dari itu, dangdut punya cerita panjang dan sudah melekat banget dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Nah, sekarang pemerintah mau membawa musik kebanggaan ini makin dikenal dunia lewat kampanye Dangdut Goes to UNESCO.
Kementerian Kebudayaan meluncurkan kampanye tersebut untuk mendorong dangdut masuk daftar Warisan Budaya Takbenda dunia yang diakui UNESCO. Targetnya, pengusulan ini bisa dilakukan pada 2027 mendatang.
Peluncuran kampanye berlangsung dalam malam puncak Panggung Berdaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18/10/2026). Acara ini sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Kebudayaan 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, dangdut merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang tumbuh bareng masyarakat. Meski mendapat pengaruh dari berbagai tradisi musik, dangdut punya ciri khas tersendiri yang bikin genre ini berkembang dan punya tempat spesial di dunia musik Tanah Air.
Menurut Fadli, membawa dangdut ke panggung internasional bukan sekadar mengejar pengakuan. Ada juga misi penting untuk menjaga musik ini tetap hidup dan terus dikenal generasi muda.
“Musik dangdut merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu kita jaga dan kembangkan. Kita ingin dangdut menjadi Warisan Budaya Takbenda dunia yang diakui oleh UNESCO,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Tapi, perjuangan ini jelas nggak bisa jalan sendirian. Dukungan musisi, seniman, komunitas, dan pegiat budaya dibutuhkan supaya dangdut terus berkembang dan nggak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.
Nggak cuma soal dangdut, Kementerian Kebudayaan juga punya gebrakan lain lewat peluncuran BUDAYA GO! 2026: Kompetisi Inovasi Budaya Indonesia. Program ini hadir buat mendorong masyarakat mengolah kekayaan budaya menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Mengusung tema Indonesia Cultural Power dan gagasan Inventing the Future from Indonesian Culture, kompetisi ini menyediakan dua kategori. Pertama, Inovasi Digital, yang berfokus pada produk dan solusi teknologi digital berbasis budaya. Kedua, Inovasi Fisik/Purwarupa, yang mendorong lahirnya material, produk, atau karya fisik dari kekayaan budaya Indonesia.
Ada syarat yang wajib dicatat calon peserta. Produk inovasi yang didaftarkan harus sudah dirilis dan dipasarkan minimal enam bulan. Informasi jadwal serta pendaftaran bisa diakses melalui situs budaya.go.id mulai 19 Oktober 2026.
Fadli pun mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam menjaga dan mengembangkan budaya Indonesia. Soalnya, melestarikan budaya bukan berarti harus terpaku pada cara lama. Tradisi juga bisa terus berkembang lewat kreativitas dan inovasi.
Lewat Dangdut Goes to UNESCO dan BUDAYA GO! 2026, pemerintah ingin membuktikan bahwa budaya Indonesia bukan cuma keren buat dikenang, tetapi juga punya potensi besar untuk bersinar di panggung dunia.
