Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin sosok politisi daerah yang berhasil naik ke level nasional tanpa kehilangan “akar”, nama Bambang Heri Purnama patut masuk daftar. Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini dikenal sebagai figur yang nggak neko-neko, tapi punya rekam jejak yang cukup solid—baik di dunia usaha, organisasi, sampai parlemen.

Perjalanan Bambang bisa dibilang cukup panjang dan berlapis. Dari sisi pendidikan, ia punya latar belakang yang nggak main-main. Ia pernah menempuh pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat (Hukum, 2009) dan juga UNTAG (Ekonomi, 1992). Kombinasi dua bidang ini bikin cara pandangnya cukup lengkap—nggak cuma paham soal aturan, tapi juga ngerti bagaimana roda ekonomi berjalan di masyarakat.

Sebelum duduk di Senayan, Bambang lebih dulu terjun di dunia profesional. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris PT Batu Hitam Mulia, yang memperlihatkan kapasitasnya di sektor bisnis. Pengalaman ini jadi bekal penting ketika ia masuk ke dunia politik, terutama dalam memahami isu-isu ekonomi dan pembangunan.

Nggak berhenti di situ, Bambang juga aktif di berbagai organisasi. Ia pernah jadi Ketua IMI Banjarmasin dan juga menjabat sebagai pengurus di HIPMI Kalimantan Selatan, GAPENSI Kalimantan Selatan, hingga IPSI Banjarmasin. Bahkan, ia juga dipercaya sebagai Ketua PKPM Kota Banjarmasin. Dari sini kelihatan banget kalau Bambang bukan tipe yang pasif—dia terbiasa bergerak, membangun jaringan, dan terlibat langsung di berbagai sektor.

Masuk ke DPR RI, Bambang Heri Purnama kini bertugas di Komisi I, yang fokus pada isu strategis seperti pertahanan, komunikasi, dan luar negeri. Selain itu, ia juga terlibat dalam Panitia Khusus (Pansus), yang biasanya menangani isu-isu penting dan spesifik di parlemen. Peran ini menunjukkan bahwa Bambang berada di posisi yang cukup krusial dalam pengambilan kebijakan nasional.

Yang menarik, meski punya latar belakang kuat di organisasi dan bisnis, gaya Bambang tetap sederhana. Ia dikenal sebagai sosok yang lebih memilih kerja nyata dibanding banyak bicara. Fokusnya jelas: bagaimana kebijakan yang dihasilkan DPR bisa benar-benar berdampak ke masyarakat, terutama di daerah.

Buat generasi muda, perjalanan Bambang Heri Purnama ini bisa jadi gambaran bahwa politik itu bukan cuma soal popularitas. Tapi soal proses panjang, pengalaman nyata, dan konsistensi. Dari kampus, dunia usaha, organisasi, sampai parlemen—semua dilalui dengan ritme yang nggak instan.

Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk politik yang sering penuh drama, sosok seperti Bambang jadi pengingat: kadang yang paling penting itu bukan siapa yang paling ramai, tapi siapa yang benar-benar kerja.