Manusiasenayan.id – Lagi-lagi isu soal harga BBM bikin banyak orang langsung pasang mode waspada. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, baru aja kasih sinyal kalau ada potensi kenaikan harga bahan bakar minyak, terutama di tengah harga minyak dunia yang lagi meroket sampai tembus US$115 per barel.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat lagi mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang. Timing-nya juga nggak kaleng-kaleng, karena biasanya penyesuaian harga BBM itu dilakukan di awal bulan. Artinya, momen 1 April kemarin jadi titik yang bikin publik makin penasaran.

Tapi tenang dulu, nggak semua BBM bakal kena imbas. Bahlil menegaskan kalau yang berpotensi naik itu adalah BBM non-subsidi, khususnya yang dipakai kalangan menengah ke atas.

Menurutnya, aturan soal ini sebenarnya udah jelas tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM 2022. Ada dua skema harga BBM: industri dan non-industri. Nah, yang masuk kategori industri—kayak bensin dengan RON tinggi (RON 95 dan RON 98)—itu harganya memang otomatis ngikutin mekanisme pasar.

“Jadi mau diumumkan atau tidak, dia tetap ikut harga pasar,” kata Bahlil.

Artinya simpel: kalau harga minyak dunia naik, ya BBM jenis ini juga ikut naik. Dan karena pengguna BBM ini umumnya dari kalangan mampu, negara nggak perlu turun tangan kasih subsidi.

Bahlil juga menegaskan kalau kelompok ini bukan tanggungan negara. Selama mereka masih bisa bayar, pemerintah hanya bertugas memastikan ketersediaan BBM-nya.

Di sisi lain, kabar yang sedikit bikin lega datang dari sektor BBM subsidi. Bahlil memastikan bahwa sampai saat ini pemerintah masih menahan harga dan belum ada rencana kenaikan dalam waktu dekat.

Ia bahkan menyebut keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden yang tetap mengutamakan kepentingan rakyat kecil.

“Insyaallah Presiden punya hati untuk memperhatikan rakyat kecil,” ujarnya.

Meski begitu, Bahlil tetap meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Soalnya, kebijakan energi ini nggak bisa diambil sembarangan—harus lihat kondisi global dan dampaknya ke dalam negeri.

Intinya, buat sekarang, yang perlu diwaspadai adalah potensi kenaikan di BBM non-subsidi. Sementara buat BBM subsidi, pemerintah masih berusaha jaga supaya tetap stabil.

Jadi, siap-siap aja, tapi nggak perlu panik berlebihan. Kita tunggu aja “tanggal mainnya” dari pemerintah.