Manusiasenayan.id – Di tengah obrolan soal hubungan internasional yang biasanya identik dengan diplomat atau kementerian luar negeri, ternyata parlemen juga punya jalur diplomasi sendiri. Nah, jalur ini yang sedang coba lebih dikenalkan ke mahasiswa oleh Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Husein Fadlulloh, menegaskan bahwa lembaganya terbuka lebar untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Tujuannya jelas: supaya mahasiswa makin paham bagaimana diplomasi parlemen bekerja dan bagaimana teori hubungan internasional yang mereka pelajari di kampus diterapkan di dunia nyata.

Hal itu ia sampaikan setelah memimpin kegiatan bertajuk Kolaborasi Parlemen–Akademisi untuk Penguatan Diplomasi yang digelar di Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2026).

Menurut Husein, selama ini BKSAP cukup aktif turun ke kampus lewat program BKSAP Day. Program ini memang dirancang sebagai ruang dialog antara parlemen dengan mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika.

BKSAP sejatinya selalu terbuka dan siap bekerja sama dengan seluruh kampus, universitas, akademisi, dan juga mahasiswa,” kata Husein.

Menariknya, dalam setiap kegiatan BKSAP Day, antusiasme mahasiswa selalu tinggi. Banyak dari mereka yang memanfaatkan forum tersebut untuk bertanya langsung soal praktik diplomasi di parlemen.

Husein bilang, sebagian besar mahasiswa sebenarnya sudah memahami teori hubungan internasional dari bangku kuliah. Tapi ketika bicara soal praktik diplomasi parlemen, banyak yang penasaran bagaimana prosesnya berjalan di lapangan.

“Dalam kegiatan BKSAP Day, mahasiswa sering melontarkan pertanyaan yang cukup kritis. Mereka ingin tahu bagaimana teori yang mereka pelajari benar-benar diterapkan dalam diplomasi parlemen,” jelas politisi dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang menyampaikan keinginan untuk melihat langsung proses perundingan internasional yang dilakukan oleh parlemen Indonesia.

“Mereka ingin belajar secara langsung bagaimana proses perundingan internasional berlangsung dan bagaimana pekerjaan BKSAP dijalankan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Husein juga mengakui masih ada mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami perbedaan peran antara BKSAP dan komisi-komisi di DPR.

Menurutnya, beberapa mahasiswa masih sering menyamakan BKSAP dengan Komisi I DPR, padahal keduanya memiliki tugas dan fungsi yang berbeda.

Padahal, kata Husein, berbagai informasi mengenai tugas dan fungsi BKSAP sebenarnya sudah tersedia secara terbuka melalui berbagai kanal resmi DPR, mulai dari website hingga media sosial.

“Ini bagian dari upaya kami untuk terus mendorong transparansi, keterbukaan, dan akuntabilitas kepada publik,” ujarnya.

Meski begitu, ia menilai kunjungan langsung ke kampus tetap penting. Sebab lewat dialog tatap muka, mahasiswa bisa lebih memahami peran BKSAP dalam diplomasi parlemen Indonesia.

Apalagi dibandingkan alat kelengkapan DPR lain seperti Badan Anggaran (Banggar) atau Badan Legislasi (Baleg), peran BKSAP memang masih belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas.

Karena itu, lewat kegiatan seperti BKSAP Day, DPR berharap generasi muda bisa lebih dekat dengan dunia diplomasi parlemen—sekaligus memahami bahwa hubungan internasional bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga bagian dari kerja parlemen.

“Mahasiswa mungkin lebih familiar dengan Banggar atau Baleg. Karena itu, kunjungan ke kampus menjadi kesempatan bagi kami untuk menjelaskan langsung apa itu BKSAP dan apa yang dikerjakannya,” pungkas Husein.