ManusiaSenayan.id — Kalau kamu pikir perjalanan ke parlemen hanya untuk elite atau orang yang punya banyak modal, tunggu dulu deh. Ada kisah inspiratif dari sosok muda—Ismail Bachtiar, anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan, yang membuktikan bahwa kemauan, kreativitas, dan media sosial bisa mengalahkan keterbatasan.

  1. Mahasiswa yang Jual Es Teler demi Kuliah
    Ismail bukan lahir dengan jargon “anak orang kaya”. Justru sebaliknya—semasa kuliah di UNHAS, dia menerima beasiswa Bidikmisi dan harus banting tulang cari uang tambahan. Cara kreatifnya? Menjual es teler dan membuka jasa fotokopi—“hustling” murni ala anak kost untuk bertahan hidup di Makassar.
  2. Militan di Sosial Media, Bukan Baliho
    Prinsipnya: kampanye bukan soal baliho gede atau duit jutaan. Pemilu 2024, Ismail pilih strategi anti-mainstream: tanpa baliho, tapi maksimalkan Instagram, TikTok, Twitter, WhatsApp. Hasilnya? Ia sukses dapat suara terbanyak internal PKS dan melaju ke Senayan.
  3. Angka Suara Meningkat Pesat – Bukan Modal Besar
    Pileg Sulsel 2019, dia meraih sekitar 16 ribu suara. Tahun 2024? Suaranya naik jadi 63 ribu, hanya lewat kampanye digital konsisten dan konten menarik di medsos.
  4. Legislator Millennial yang Peduli Pendidikan & Nilai Kebangsaan
    Kini Ismail duduk di Komisi VI DPR RI (perdagangan, BUMN, koperasi). Kiprahnya di lapangan:
  • Sosialisasi beasiswa di Barru (Januari 2025) di SMKN 1 Barru untuk pelajar berprestasi kurang mampu.
  • Talk show 4 Pilar MPR di Bone (Mei 2025): ajak generasi muda pahami Pancasila, NKRI, dan toleransi.
  1. Kisah Inspiratifnya
    Dulu mahasiswa yang jualan demi biaya hidup, kini anggota DPR yang mampu:
  • Menang dengan suara merata di Dapil Sulsel II, tanpa basis politik kuat
  • Terapkan strategi kampanye digital kreatif & hemat biaya
  • Fokus pada isu nyata: pendidikan dan persatuan nasional

 

Kalau kamu anak muda dengan mimpi besar—jadi pemimpin, aktivis, atau pengusaha—kisah Ismail bisa jadi inspirasi:

  • Jaga semangat dan hustle culture, bahkan kalau finansial terbatas.
  • Gunakan media sosial kreatif, efektif untuk menyampaikan pesan.
  • Fokus pada isu dekat hati masyarakat: edukasi, ekonomi, identitas nasional. Itu yang bikin relevan.