Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin soal dukungan buat dunia budaya, pemerintah sekarang lagi coba naik level. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, resmi meluncurkan Dana IndonesiaRaya—transformasi dari program sebelumnya yang dikenal sebagai Dana Indonesiana. Tapi ini bukan sekadar ganti nama doang, bro. Ada upgrade serius di baliknya.
Peluncuran yang digelar di Jakarta ini jadi sinyal kalau pemerintah lagi gaspol memperkuat ekosistem budaya lewat pendanaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini tetap jadi bagian dari pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan, tapi sekarang tampil dengan wajah baru yang lebih rapi dan luas jangkauannya.
Fadli Zon sendiri bilang, perubahan ini bukan cuma simbolik. Ada penguatan di sisi tata kelola, perluasan program, sampai peningkatan layanan buat para pelaku budaya. Bahkan, angka penerima manfaatnya juga naik signifikan—dari 346 orang di 2024 jadi 2.117 penerima di 2025. Dan ke depan? Targetnya makin banyak lagi yang kebagian.
“Ini bagian dari upaya memperluas akses dan memperkuat dampak,” tegas Fadli.
Program ini juga punya dasar hukum yang jelas, sesuai amanat UUD 1945 dan UU Pemajuan Kebudayaan. Jadi bukan sekadar proyek, tapi bagian dari strategi besar negara buat ngangkat budaya lokal ke level global.
Salah satu poin penting yang disorot adalah sistem penjurian. Ini jadi kunci buat menjaga kualitas dan transparansi program. Pemerintah juga lagi ngebut bikin sistem berbasis teknologi biar proses administrasi nggak ribet lagi. Harapannya, semua jadi lebih cepat, transparan, dan gampang diakses.
Menariknya, Dana IndonesiaRaya juga mulai fokus ke pemerataan. Masih banyak komunitas budaya yang belum kebagian, dan ini jadi PR utama. Makanya, akses sekarang diperluas, termasuk buat museum dan lembaga budaya lainnya.
Di sisi lain, Sekjen Kemendikbud, Bambang Wibawarta, menekankan pentingnya keberpihakan pada kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas. Ini jadi bukti kalau program ini nggak cuma besar, tapi juga punya nilai keadilan sosial.
Secara angka, performanya juga nggak main-main. Tahun 2025, total pendanaan tembus Rp141,7 miliar—naik lebih dari 500% dari tahun sebelumnya. Bahkan sampai Maret 2026, total penyaluran sudah mencapai Rp594 miliar ke lebih dari 3.000 penerima.
Ke depan, ada empat fokus utama: penguatan dana abadi (yang sudah tembus Rp6 triliun), peningkatan sistem digital, perluasan skema program, dan kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan di daerah.
Intinya, Dana IndonesiaRaya ini bukan cuma program bantuan—tapi motor baru buat ngebangun budaya Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan siap bersaing di level global.
