Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin figur perempuan Aceh yang punya perjalanan panjang dari lapangan sosial sampai ke panggung nasional, nama Darwati A. Gani jelas masuk daftar. Lahir di Bireuen, 07 September 1972, Darwati tumbuh dengan latar kehidupan yang membentuk kepeduliannya terhadap isu perempuan dan anak sejak dini.
Sebelum dikenal sebagai Senator DPD RI dari Dapil Aceh, Darwati lebih dulu aktif di berbagai gerakan sosial. Ia bukan tipe yang cuma bicara dari balik meja—tapi benar-benar turun langsung ke masyarakat. Fokusnya jelas: memperjuangkan kelompok yang sering kurang mendapat perhatian, terutama perempuan dan anak.
Karier politiknya dimulai saat ia dipercaya menjadi Anggota DPR Aceh periode 2014–2019, bahkan sempat melanjutkan melalui mekanisme PAW pada tahun 2017. Di level daerah, Darwati dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan kebijakan berbasis kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Di luar politik formal, peran Darwati juga nggak kalah solid. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PKK Provinsi Aceh (2007–2012 dan 2017–2020) serta Ketua Dekranas Provinsi Aceh di periode yang sama. Dari sini, ia banyak mendorong program yang menyentuh langsung kehidupan keluarga, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan perempuan berbasis komunitas.
Nggak berhenti di situ, Darwati juga aktif di berbagai organisasi penting lainnya. Ia dipercaya sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (2017–sekarang), yang menunjukkan kepeduliannya di bidang kesehatan. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) dan Ketua Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen, memperlihatkan bahwa kiprahnya lintas sektor—dari sosial, kesehatan, sampai komunitas.
Dedikasinya itu akhirnya mendapat pengakuan publik. Pada tahun 2023, Darwati menerima penghargaan dari Harian Serambi Indonesia sebagai Sosok Inspiratif Peduli Perempuan dan Anak. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi menjadi bukti konsistensinya dalam memperjuangkan isu kemanusiaan.
Masuk ke DPD RI menjadi langkah lanjutan dari perjalanan panjangnya. Di Senayan, Darwati tetap membawa semangat yang sama: memperjuangkan Aceh dengan pendekatan yang lebih humanis. Ia percaya bahwa pembangunan bukan cuma soal angka, tapi juga soal kualitas hidup masyarakat.
Yang bikin Darwati menarik, dia tetap tampil sederhana dan dekat dengan masyarakat. Nggak ada kesan berjarak, justru gaya komunikasinya terasa relate dan membumi.
Kisah Darwati A. Gani nunjukin satu hal penting: perubahan besar itu lahir dari kepedulian yang konsisten. Dari Bireuen sampai Senayan, langkahnya tetap sama—berjuang buat masyarakat, terutama mereka yang paling butuh diperjuangkan.
