Manusiasenayan.id – Langkah Indonesia buat gabung ke OECD makin keliatan serius. Nggak cuma dari pemerintah, tapi juga dari parlemen. Lewat BKSAP DPR RI, komitmen itu terus didorong biar Indonesia bisa naik level di panggung global.
Terbaru, Wakil Ketua BKSAP, Bramantyo Suwondo, ikut hadir di forum OECD Global Parliamentary Network (GPN) secara daring pada Jumat (13/3/2026). Forum ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, tapi jadi tempat buat negara anggota dan mitra OECD buat saling tukar pengalaman, strategi, sampai praktik terbaik soal proses aksesi.
Di forum ini, Indonesia nggak sendirian. Ada juga negara lain seperti Romania, Bulgaria, Peru, Thailand, Kroasia, dan Argentina yang ikut berbagi cerita soal perjalanan mereka menuju OECD. Di sinilah Indonesia juga nunjukin posisi—bukan cuma sebagai peserta, tapi sebagai negara yang siap dan serius buat jadi bagian dari komunitas global.
Menurut Bramantyo, DPR lewat BKSAP sudah ambil langkah nyata sejak 2025 dengan membentuk Panitia Kerja (Panja) khusus soal organisasi internasional. Tugasnya jelas: ngulik peluang keanggotaan Indonesia di OECD sekaligus memastikan peran parlemen tetap aktif dalam proses ini.
Menariknya, Panja ini nggak jalan sendiri. Mereka juga jadi jembatan komunikasi buat nyerap masukan dari berbagai pihak—mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, sampai masyarakat. Jadi, prosesnya nggak elitis, tapi tetap inklusif dan terbuka.
Nggak berhenti di situ, BKSAP juga aktif ngegas sosialisasi ke publik. Lewat diskusi, seminar, dan forum akademik, mereka coba ngenalin ke masyarakat kenapa OECD itu penting. Bukan cuma soal status internasional, tapi juga soal dampaknya ke dalam negeri—kayak dorong tata kelola yang lebih baik, ekonomi yang lebih inklusif, dan kebijakan yang berbasis data alias evidence-based policy.
Bramantyo juga menegaskan, keikutsertaan DPR RI di forum global kayak gini bukan formalitas doang. Ini bagian dari upaya buat memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra yang konstruktif di level internasional.
Intinya, langkah ini jadi sinyal kalau Indonesia lagi serius upgrade diri—nggak cuma di dalam negeri, tapi juga di mata dunia. Dengan kolaborasi lintas negara dan dukungan parlemen, peluang Indonesia buat masuk OECD makin terbuka lebar.
Kalau semua stakeholder bisa tetap satu frekuensi, bukan nggak mungkin Indonesia bakal jadi pemain penting dalam percaturan kebijakan global ke depan.
