Manusiasenayan.id – Suasana duka masih menyelimuti insiden tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam. Kecelakaan ini bukan cuma bikin publik syok, tapi juga memantik sorotan serius dari parlemen soal standar keselamatan transportasi kereta di Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, ikut menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa mendalam kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak tragedi tersebut. Menurutnya, insiden ini nggak bisa dianggap sekadar kecelakaan biasa.

“Kami menyampaikan prihatin dan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan pihak yang terdampak atas insiden tabrakan kereta yang terjadi di Bekasi Timur,” ujar Sari dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Sari langsung mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk membongkar penyebab utama tabrakan maut itu. Ia menilai semua kemungkinan harus dibuka terang-terangan, mulai dari dugaan human error, gangguan sistem persinyalan, sampai persoalan manajemen operasional kereta.

“Insiden ini perlu segera dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui pasti faktor penyebab kecelakaan, apakah ada human error, atau persoalan dalam persinyalan atau bahkan manajemen operasionalnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Sari juga mengingatkan bahwa fokus utama saat ini bukan cuma soal penyelidikan, tapi juga pemulihan korban. Ia meminta pemerintah dan pihak operator kereta bergerak cepat memberikan perlindungan, pendampingan mental, hingga tanggung jawab kompensasi kepada korban dan keluarga.

Menurutnya, korban berhak mendapat perhatian serius, termasuk soal restitusi yang wajib diberikan operator sebagai bentuk tanggung jawab atas tragedi tersebut.

Politikus itu berharap tragedi di Bekasi Timur jadi alarm keras buat seluruh pihak agar sistem keselamatan kereta benar-benar dibenahi. Ia meminta pemerintah bersama PT KAI rutin melakukan evaluasi dan monitoring supaya seluruh armada dan sistem operasional kereta benar-benar aman dipakai masyarakat.

Sementara itu, jumlah korban terus bertambah. Hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB, total korban meninggal dunia akibat tabrakan tersebut mencapai 14 orang. Seluruh jenazah sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Di saat yang sama, sebanyak 84 korban luka masih menjalani penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, juga menyampaikan permohonan maaf dan duka mendalam kepada seluruh keluarga korban dan para penumpang yang terdampak.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” ujar Anne.

Ia menegaskan bahwa fokus utama KAI saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta memastikan keluarga korban memperoleh informasi yang dibutuhkan selama proses evakuasi dan identifikasi berlangsung.