ManusiaSenayan.id Di Tanah Datar, Sumatra Barat, warga masih berjibaku beres-beres hidup setelah bencana datang tanpa permisi. Di tengah situasi serba darurat itu, satu hal yang mereka tunggu bukan drama baru, tapi kepastian: bisa tinggal di mana dengan aman?

Anggota Komisi XIII DPR RI, M Shadiq Pasadigoe, tegas mendesak percepatan pembangunan Huntara dan rumah relokasi di zona merah. Buat Shadiq, ini bukan proyek biasa, tapi urusan keselamatan dan hak dasar warga.

“Setiap hari saya menerima banyak sekali keluhan dan harapan dari masyarakat melalui telepon, WA, dan jalur komunikasi lainnya. Mereka butuh kepastian. Hak mereka atas tempat tinggal yang aman tidak boleh tertunda. Negara harus bergerak cepat memastikan Huntara tersedia dan rumah relokasi di zona merah benar-benar layak, aman, serta manusiawi,” ungkap Shadiq dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, Senin (15/12/2025).

Shadiq menegaskan, suara warga itu bukan sekadar “curhat online”, tapi mandat yang ia bawa ke pemerintah. Ia mengingatkan, penanganan bencana itu satu paket dengan pemenuhan HAM. “Hak atas hunian yang layak adalah hak dasar setiap warga. Kita tidak boleh membiarkan mereka hidup dalam situasi rentan dan penuh ketidakpastian. Inilah saatnya negara menunjukkan keberpihakan yang nyata,” tukasnya.

Politisi Partai NasDem dari Dapil Sumatra Barat I ini juga wanti-wanti agar pemulihan jangan cuma fokus ke bangunan yang kelihatan di kamera. “Kita tidak sedang membangun dinding dan atap saja, tetapi membangun kembali kehidupan. Ini momentum kolaborasi seluruh elemen untuk memastikan masyarakat Tanah Datar bangkit dengan kuat, aman, dan tetap memiliki harapan,” ujarnya. Alias, jangan cuma rapih di laporan, tapi kerasa di kehidupan warga.

Sampai 17 Desember 2025, status tanggap darurat di Kabupaten Tanah Datar masih berlaku, sementara di tingkat provinsi ditetapkan hingga 22 Desember 2025. Pemerintah, TNI–Polri, relawan, dan masyarakat terus bergerak di lapangan supaya pemulihan awal nggak melenceng dari sasaran.

Di sisi lain, ada sedikit kabar lega: perbaikan Jalan Lembah Anai menunjukkan progres. Sepeda motor sudah bisa melintas, dan akses kendaraan roda empat direncanakan dibuka pada 17 Desember 2025. Jalur strategis Padang–Bukittinggi yang vital buat mobilitas warga pelan-pelan balik lagi dari mode “terputus” ke “tersambung”.

Dengan aspirasi masyarakat terdampak yang terus berdatangan, Shadiq menegaskan komitmennya mengawal percepatan Huntara dan memastikan rumah relokasi di zona merah memenuhi standar keselamatan, kemanusiaan, dan HAM. Biar warga Tanah Datar bisa pindah dari status “korban bencana” balik lagi jadi warga biasa yang hidupnya aman dan tenang.