Manusiasenayan.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan, iuran keanggotaan Board of Peace itu bukan kewajiban buat Indonesia. Jadi meski Indonesia belum bayar, posisi negara kita tetap aman—baik secara hukum maupun kelembagaan.
Menurut Dave, penjelasan pemerintah soal status iuran tersebut sudah jelas dan tepat. Intinya: iuran ini sifatnya sukarela, bukan tiket wajib yang kalau nggak dibayar terus Indonesia “bermasalah”.
Tapi, Dave juga ngajak publik melihat isu ini pakai kacamata yang lebih lebar: posisi Indonesia di forum internasional. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten dorong perdamaian dunia. Karena reputasi itu, Dave menilai partisipasi Indonesia—termasuk dalam bentuk kontribusi sukarela—bisa jadi simbol komitmen moral sekaligus nguatkan posisi diplomasi Indonesia di mata dunia.
Dengan kata lain, walau nggak ada kewajiban formal, Indonesia tetap bisa mempertimbangkan kontribusi sebagai bentuk dukungan terhadap nilai-nilai perdamaian yang sejalan dengan politik luar negeri kita. Namun Dave menekankan: keputusan itu harus tetap ngikutin kemampuan fiskal dan prioritas nasional, biar nggak jadi beban berlebihan.
Dave juga menyatakan Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan komitmen internasional. Sikap ini, kata dia, menunjukkan Indonesia tetap tampil sebagai bangsa yang aktif, konstruktif, dan berkomitmen mendukung perdamaian dunia—tapi tetap menjalankan kebijakan secara hati-hati dan bertanggung jawab.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace tidak bersifat tetap. Indonesia bisa menarik diri kapan saja dari keanggotaan.
Terkait isu iuran USD 1 miliar, Teddy menerangkan dana itu diperuntukkan bagi rekonstruksi Gaza dan sifatnya juga tidak wajib. Negara anggota boleh memilih bayar atau tidak. Kalau membayar, statusnya bisa jadi anggota tetap. Kalau tidak, keanggotaan berjalan selama tiga tahun. Sampai saat ini, Teddy menegaskan Indonesia belum berada pada tahap melakukan pembayaran.
