Manusiasenayan.id – Nggak semua ulang tahun perusahaan dirayain pakai pesta atau seremoni mewah. Kalla Transport & Logistics (Kalla Translog) justru memilih cara yang lebih berdampak. Menyambut HUT ke-28, perusahaan ini menanam 31.000 bibit mangrove di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Bukan sekadar simbolis, aksi ini jadi bukti kalau dunia bisnis juga punya tanggung jawab buat ikut menjaga bumi.
CEO Kalla Translog, Muh Gunawan, bilang kalau kepedulian terhadap lingkungan memang sudah jadi komitmen yang terus dipegang Kalla Group. Menurutnya, perusahaan nggak boleh cuma mikirin bisnis, tapi juga harus kasih manfaat buat alam dan masyarakat sekitar.
“Sejak dulu pemilik perusahaan selalu mengingatkan supaya keberadaan perusahaan bisa membawa manfaat, baik untuk lingkungan maupun warga sekitar. Itu yang terus kami pegang sampai sekarang,” kata Gunawan, Sabtu (25/7/2026).
Lokasi penanaman berada di kawasan pesisir Tekolabbua dengan luas sekitar 3,1 hektare. Wilayah ini memang dikenal rawan abrasi dan kini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi mangrove oleh Pemerintah Kabupaten Pangkep. Lewat ribuan bibit yang ditanam, Kalla Translog berharap kawasan pesisir bisa semakin kuat menghadapi ancaman pengikisan pantai sekaligus menjadi rumah yang lebih sehat bagi ekosistem laut.
Gunawan juga nggak menutup mata kalau bisnis otomotif dan logistik punya dampak terhadap lingkungan. Armada yang setiap hari wara-wiri di jalan tentu menghasilkan emisi. Karena sadar akan hal itu, perusahaan memilih untuk bergerak, bukan cuma ngomong soal kepedulian lingkungan.
“Kalau aktivitas bisnis kita ikut menyumbang polusi, ya sudah sewajarnya kita juga ikut ambil bagian buat memperbaikinya. Makanya seluruh unit bisnis di Kalla didorong aktif menjalankan program pelestarian lingkungan,” jelasnya.
Menariknya, aksi hijau ini bukan pertama kali dilakukan. Sejak 2022, Kalla Group sudah menanam sekitar 144.000 pohon mangrove di kawasan Tekolabbua. Total area konservasi yang berhasil dihijaukan pun kini mencapai 13,5 hektare.
Nggak berhenti di situ, rangkaian HUT ke-28 Kalla Translog juga diisi berbagai kegiatan sosial buat warga sekitar. Mulai dari donor darah, pemeriksaan mata gratis, sampai kegiatan kemanusiaan lainnya yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Aksi penanaman mangrove ini juga melibatkan banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Pangkep, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat turun langsung ke pesisir buat berkolaborasi menanam ribuan bibit mangrove.
Buat Gunawan, menjaga lingkungan nggak mungkin dikerjakan sendirian. Justru ketika pemerintah, perusahaan, aparat, dan warga bisa jalan bareng, hasilnya bakal jauh lebih terasa.
“Yang paling penting bukan cuma menanam hari ini, tapi memastikan mangrove itu tumbuh, hidup, dan benar-benar jadi benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi. Kalau semua pihak kompak, dampaknya juga bakal dirasakan sampai bertahun-tahun ke depan,” tutupnya.
