Manusiasenayan.id – Jadi anggota DPD RI itu nggak harus mulai dari Senayan. Ada juga yang “naik level” setelah bertahun-tahun ngurus daerah. Mulai dari ngatur pembangunan, pelayanan publik, sampai dengerin keluhan warga setiap hari.
Makanya, pas sekarang duduk di DPD RI, mereka nggak cuma bawa teori. Mereka udah pernah ngerasain langsung ribetnya jadi pemimpin daerah.
Nah, ini empat anggota DPD RI Periode 2024–2029 yang dulu pernah jadi kepala daerah.
Sultan B. Najamudin: Dari Wakil Gubernur, Sekarang Jadi Ketua DPD RI
Kalau ngomongin Sultan B. Najamudin, jalur politiknya bisa dibilang komplet. Sebelum dikenal sebagai Ketua DPD RI, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu pada 2013–2015.
Pengalaman itu bikin Sultan paham gimana rasanya ngurus daerah dari dalam pemerintahan. Mulai dari pembangunan, pelayanan masyarakat, sampai koordinasi sama pemerintah pusat.
Sekarang, di DPD RI Periode 2024–2029, Sultan dipercaya menjadi Ketua DPD RI. Artinya, bukan cuma mewakili Bengkulu lagi, tapi ikut memimpin lembaga yang tugas utamanya memperjuangkan kepentingan seluruh daerah di Indonesia.
Singkatnya, dulu ngurus satu provinsi, sekarang ikut ngawal suara daerah se-Indonesia.
Abdul Hakim: Pernah Jadi Wali Kota, Sekarang Jadi Wakil Lampung di DPD RI
Buat warga Lampung, nama Abdul Hakim pasti udah nggak asing. Sebelum jadi senator, beliau pernah menjabat sebagai Wali Kota Bandar Lampung pada 2007–2010.
Jabatan itu bikin beliau paham banget soal urusan kota. Mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, sampai kebutuhan masyarakat yang tiap hari harus diselesaikan.
Sekarang, Abdul Hakim duduk sebagai Anggota DPD RI Periode 2024–2029 mewakili Provinsi Lampung.
Kalau dulu fokusnya satu kota, sekarang cakupannya satu provinsi. Tapi misinya tetap sama: bawa aspirasi masyarakat Lampung supaya sampai ke tingkat nasional.
Agustin Teras Narang: Dua Periode Jadi Gubernur, Pengalamannya Nggak Main-Main
Kalau soal jam terbang, Agustin Teras Narang jelas masuk daftar senior. Beliau pernah menjadi Gubernur Kalimantan Tengah selama dua periode (2005–2015).
Sepuluh tahun memimpin provinsi tentu bukan waktu yang sebentar. Banyak pengalaman yang didapat, mulai dari pembangunan daerah, tata kelola pemerintahan, sampai mendorong pertumbuhan Kalimantan Tengah.
Sekarang, Teras Narang kembali dipercaya sebagai Anggota DPD RI Periode 2024–2029.
Meski kursinya pindah dari kantor gubernur ke Senayan, misinya masih sama: memastikan kepentingan Kalimantan Tengah tetap punya tempat dalam pembahasan kebijakan nasional.
Filep Wamafma: Pernah Jadi Plt. Bupati, Sekarang Bawa Suara Papua Barat
Perjalanan Filep Wamafma juga nggak kalah menarik. Sebelum menjadi senator, beliau pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Maybrat.
Pengalaman itu bikin Filep paham langsung kondisi daerah, terutama tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Papua Barat.
Kini, Filep menjadi Anggota DPD RI Periode 2024–2029, membawa bekal pengalaman tersebut ke Senayan.
Harapannya sederhana: suara masyarakat Papua Barat nggak cuma didengar di daerah, tapi juga ikut masuk dalam pembahasan kebijakan di tingkat nasional.
Empat nama ini nunjukin kalau kursi senator nggak selalu diisi orang yang cuma paham teori. Ada yang udah pernah ngurus kota, pernah mimpin provinsi, bahkan pernah jadi Plt. bupati.
Jadi pas duduk di DPD RI, mereka datang bukan cuma bawa janji atau visi. Mereka juga bawa pengalaman nyata soal gimana rasanya ngurus daerah dari dekat.
Karena kadang, orang yang pernah turun langsung ke lapangan bakal lebih ngerti apa yang sebenarnya dibutuhin masyarakat.
