ManusiaSenayan.id – Nama H. Rivqy Abdul Halim mungkin nggak datang dari panggung politik yang ribut-ribut. Ia lahir di Jombang, 19 Desember 1987, tumbuh lewat jalur pendidikan umum dan dunia profesional, lalu pelan-pelan masuk ke Senayan membawa bekal yang cukup jarang: pengalaman teknokrat di sektor energi.
Riwayat pendidikannya dimulai dari sekolah negeri di Jombang, sebelum akhirnya menempuh studi Ekonomi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan kini melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Latar ini membentuk cara berpikirnya yang cukup sistematis—nggak cuma politis, tapi juga hitung-hitungan.
Sebelum duduk sebagai Anggota DPR RI Fraksi PKB, Rivqy lama berkiprah di PT Pertamina Gas. Dari urusan HSE, kemitraan, proyek pipa, LNG, CNG, sampai posisi wakil manajer proyek di berbagai wilayah, ia kenyang pengalaman lapangan. Dunia energi nasional bukan hal baru buatnya—ia pernah ada langsung di dalam sistemnya.
Di luar BUMN energi, Rivqy juga aktif di sektor korporasi sebagai Komisaris PT Trah Properti Indo dan sempat menjadi Komisaris PT Elnusa Petrofin. Kombinasi pengalaman BUMN dan swasta ini bikin perspektifnya soal industri dan ekonomi cukup komplit: tahu regulasi, tahu bisnis, dan paham realitas lapangan.
Masuk ke politik, Rivqy nggak datang tiba-tiba. Ia lama aktif di organisasi, mulai dari PMII, Garda Bangsa, hingga GP Ansor. Bahkan, ia pernah menjabat Ketua DKN Garda Bangsa, mesin kepemudaan PKB, yang mengasah insting politik sekaligus jaringan akar rumputnya.
Periode ini, Rivqy duduk di Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, perdagangan, dan investasi—bidang yang klop banget dengan rekam jejak profesionalnya. Ia juga dipercaya masuk Badan Anggaran serta sejumlah Panitia Khusus, posisi strategis untuk ikut menentukan arah kebijakan fiskal dan ekonomi nasional.
Di luar parlemen, aktivitas organisasinya masih jalan. Ia tercatat sebagai pengurus DEKOPIN, PB IKA PMII, GEKRAF, hingga Ketua Umum Panji Bangsa. Artinya, jaringannya bukan cuma politik, tapi juga ekonomi kreatif, koperasi, dan alumni gerakan mahasiswa.
Di Senayan, Rivqy Abdul Halim tampil sebagai tipe legislator yang lebih banyak kerja di balik layar. Nggak terlalu mencari sorotan, tapi cukup solid saat bicara soal energi, BUMN, dan ekonomi nasional. Dari Jombang ke Jakarta, jalannya mungkin nggak selalu ramai, tapi jelas terarah.
