ManusiaSenayan.id Nama lengkapnya Elisa Ermasari, S.Mn. Ia lahir dan besar di Bengkulu, dan kini duduk sebagai salah satu anggota DPD RI termuda dari Bumi Rafflesia. Sebelum masuk politik, Elisa dikenal sebagai pengusaha di sektor energi—mengelola sejumlah perusahaan BBM dan gas dengan basis operasi di Bengkulu. Dari latar belakang itulah ia membawa satu misi yang ia rangkum dalam tiga kata: Bengkulu Berkarya, Berdaya, Maju Bersama (BBM).

Akar Kuat dari Tanah Kelahiran

Elisa tumbuh di lingkungan keluarga pekerja keras di Bengkulu. Ia adalah anak kedua dari pasangan Meriani dan Irihadi, keluarga berdarah Serawai–Rejang yang membuatnya akrab dengan budaya dan karakter masyarakat lokal sejak kecil. Sang ibu, Meriani, SH, dikenal sebagai pengusaha yang membuka banyak lapangan kerja. Dari rumah, Elisa terbiasa melihat bisnis bukan hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai cara mengangkat orang lain.

Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Bengkulu, kemudian melanjutkan ke Dwiwarna Islamic Boarding School, pesantren modern yang ia jalani jauh dari orang tua. Hidup di asrama dengan ritme disiplin membentuk kebiasaan teratur dan mental tahan banting. Setelah itu, ia kuliah di School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dan lulus pada 2014, memperdalam ilmu manajemen dan memperluas jaringan pergaulan.

Dari Direktur Muda ke Ruang Senayan

Usai kuliah, Elisa tidak mengejar posisi sebagai pegawai kantoran. Ia langsung terjun ke dunia usaha, terutama bahan bakar minyak dan gas, dan memimpin beberapa perusahaan yang beroperasi di Bengkulu. Banyak karyawan yang ia rekrut berasal dari masyarakat lokal, sehingga bisnis yang ia jalankan berhubungan langsung dengan penyerapan tenaga kerja di daerah.

Di tengah peran sebagai direktur dan ibu muda, Elisa merasa apa yang ia lakukan masih bisa diperluas skalanya. Motto hidupnya, “Bahagia lahir batin, kaya raya, sukses sampai tujuh keturunan, banyak berguna buat orang banyak,” membuatnya sampai pada kesimpulan bahwa “berguna buat orang banyak” membutuhkan ruang pengaruh yang lebih besar. Dari situ, ia memutuskan maju sebagai calon anggota DPD RI dari Bengkulu.

Filosofi BBM: Bengkulu Berkarya, Berdaya, Maju Bersama

Dalam kampanye dan komunikasinya, Elisa merangkum visinya ke dalam konsep BBM – Bengkulu Berkarya, Berdaya, Maju Bersama. Menurutnya, “berkarya” berarti Bengkulu tidak hanya jadi pasar, tetapi juga produsen: lebih banyak pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan anak muda yang berani memulai usaha di kampung halaman.

“Berdaya” ia artikan sebagai kemampuan warga untuk berdiri tegak, tidak hanya mengandalkan bantuan jangka pendek. Ini menyentuh isu akses pelatihan, modal usaha, dan pasar yang lebih luas. Sementara “maju bersama” menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di pusat kota. Desa, pesisir, dan daerah pinggiran juga harus merasakan jalan yang layak, layanan kesehatan, dan pendidikan yang fungsional.

Menguji Janji di Lapangan

Setelah terpilih dan dilantik sebagai anggota DPD RI, Elisa menempatkan pelantikan sebagai titik awal, bukan akhir. Ia turun ke lapangan melalui kegiatan reses dan kunjungan kerja. Di pasar tradisional, ia berdialog dengan pedagang dan ibu rumah tangga tentang harga kebutuhan pokok. Di balai desa, ia mendengar soal jalan rusak, kesulitan modal, dan kegelisahan anak muda yang merasa harus merantau jika ingin berkembang.

Bagi sebagian generasi muda Bengkulu, Elisa menghadirkan wajah politik yang lebih dekat: latar belakang pengusaha, usianya yang masih muda, dan gaya bicara yang lugas. Namun di luar itu, yang akan dinilai adalah seberapa jauh misi “BBM-kan Bengkulu” benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari warga—apakah lapangan kerja bertambah, akses layanan dasar membaik, dan anak muda punya alasan kuat untuk berkarya di tanah kelahiran.

Sebagai senator muda dari Bumi Rafflesia, Elisa sudah mengambil langkah berani keluar dari zona nyaman. Tantangannya sekarang adalah memastikan bahwa visi Berkarya, Berdaya, Maju Bersama tidak hanya berhenti sebagai slogan, tetapi berubah menjadi perubahan nyata yang bisa dirasakan masyarakat Bengkulu dari kota hingga pelosok.