ManusiaSenayan.id – Sidoarjo lagi-lagi trending, tapi bukan kabar bahagia. Senin (29/9), masjid tiga lantai di Pondok Pesantren Al-Khoziny ambruk pas ratusan santri lagi shalat ashar. Hasilnya: korban jiwa, puluhan luka-luka, dan ada santri yang masih dicari. Bikin hati langsung nyesek.
Gus Hilmy, anggota DPD RI asal Yogyakarta, angkat suara. Beliau ngasih doa terbaik untuk para korban dan keluarga. Tapi nggak berhenti di situ, beliau juga kasih tamparan halus buat pemerintah. Katanya, ini bukti UU Pesantren jangan cuma numpang tidur di lemari dokumen.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Doa terbaik kita panjatkan untuk para korban… Namun di balik duka, kita juga harus belajar. Kejadian ini menjadi bukti betapa pentingnya negara hadir memastikan keselamatan santri melalui implementasi UU Pesantren yang lebih nyata,” ujar Gus Hilmy.
FYI guys, sejak 2019 ada UU Nomor 18 tentang Pesantren. Isinya cakep: negara wajib ngakuin, fasilitasi, dan berdayain pesantren. Tapi ya, kalau cuma cakep di atas kertas, percuma. Faktanya, masih banyak pesantren bangun gedung dengan modal patungan, tanpa standar teknis.
“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tapi juga rumah tinggal ribuan santri yang harus dijamin keamanannya,” tegasnya.
Gus Hilmy juga nyeletuk ke pemda: jangan tunggu viral dulu baru sibuk bikin perda. Plus, beliau salut sama tim SAR dan relawan yang sigap. “Gotong royong umat terlihat jelas… namun gotong royong ini perlu diperkuat dengan kebijakan negara,” tambahnya.
Singkatnya: musibah ini alarm keras. Kalau negara cuma jadi penonton, ya jangan kaget kalau tragedi kayak gini terulang lagi.
