Manusiasenayan.id – Kalau politik itu permainan strategi, Utut Adianto jelas bukan pemain amatir. Dia tipe yang mikir beberapa langkah ke depan, sabar, jarang reaktif—persis kayak gaya main caturnya.
Lahir di Jakarta Selatan, 16 Maret 1965, Utut dikenal publik pertama kali bukan sebagai politisi, tapi sebagai Grand Master Catur Indonesia. Di era ketika catur masih jadi olahraga prestise, nama Utut sudah wara-wiri di turnamen internasional. Gelar, medali, sampai Bintang Mahaputera datang jauh sebelum dia duduk di kursi DPR.
Di luar papan catur, latar belakang Utut cukup “rapi”. Lulusan Hubungan Internasional FISIP UNPAD, sempat terjun ke dunia korporasi, lalu konsisten membangun ekosistem catur nasional lewat Sekolah Catur Utut Adianto dan Japfa Chess Club. Buat Utut, regenerasi itu penting—baik di olahraga, maupun di politik.
Masuk ke Senayan, Utut bergabung dengan PDI Perjuangan. Tahun 2009, dia resmi jadi Anggota DPR RI, lalu kariernya naik stabil tanpa drama berlebihan. Pernah duduk di Komisi VIII, kemudian dipercaya jadi Wakil Ketua DPR RI (2014–2019) yang ngurus area sensitif: anggaran, rumah tangga DPR, dan hubungan antar lembaga. Posisi yang butuh kepala dingin, bukan sekadar suara lantang.
Sejak 2019, Utut menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. Ini bukan peran ringan. Dia jadi pengatur ritme, penjaga soliditas, sekaligus penerjemah sikap politik partai di parlemen. Gayanya khas: tenang, minim gimmick, tapi firm. Jarang meledak-ledak, tapi sekali bicara, biasanya sudah matang.
Di dunia olahraga, Utut tetap aktif. Dia adalah Mahaguru Catur Dunia, pengurus FIDE, dan sosok sentral di PB PERCASI. Di politik, dia duduk di Komisi I yang ngebahas isu strategis: pertahanan, luar negeri, intelijen. Dua dunia yang kelihatannya beda, tapi sama-sama butuh strategi dan disiplin.
Utut Adianto bukan politisi yang cari sorotan. Dia lebih mirip operator senyap—ngatur, ngitung, dan ngejaga keseimbangan. Di era politik yang makin rame oleh sensasi, Utut berdiri sebagai pengingat: kadang yang paling berbahaya justru yang paling tenang.
Mainnya halus, tapi langkahnya panjang.
