ManusiaSenayan.id – Kabar terbaru datang dari KPK, lembaga antikorupsi paling sibuk di negeri ini. Katanya, lembaga itu lagi “mengulik” sesuatu yang berhubungan sama proyek kereta cepat Jakarta–Bandung alias Whoosh. Tapi tenang dulu, jangan keburu whoosh-whoosh mikir yang aneh-aneh. Soalnya, kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kasus ini masih di tahap penyelidikan. Alias, baru intip-intip dulu, belum gebrak meja.

“Ya benar jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK,” ujar Mas Budi dengan gaya khas pejabat yang hemat kata. Beliau juga bilang, detailnya belum bisa dibocorin ke publik karena, ya, masih rahasia negara. Bahasa lembutnya: “belum bisa disampaikan secara rinci.”

Yang jelas, katanya sih penyelidikan ini udah dimulai sejak awal 2025. Jadi udah lumayan lama muter di rel penyelidikan. Tapi tenang aja, Mas Budi memastikan prosesnya “masih terus berprogres.” Ya semoga aja progresnya lebih cepat dari jadwal kereta Whoosh waktu weekend, ya.

Sedikit kilas balik—Whoosh ini bukan nama karakter anime, tapi singkatan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat. Diresmikan 2 Oktober 2023, kereta ini jadi yang pertama dan tercepat di Asia Tenggara. Melesat 350 km/jam, katanya. Tapi sayang, gosip soal duitnya melesat juga nggak kalah cepat.

Proyek ini awalnya digagas tahun 2015, dibikin bareng China lewat PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC). Masuk pula ke daftar Proyek Strategis Nasional. Tapi ya gitu—di negeri yang katanya “cepat,” urusan hukum justru sering delay.

Jadi sementara Whoosh-nya melaju kencang, kasusnya masih nge-idle di stasiun penyelidikan. Publik cuma bisa nunggu—apakah KPK bakal ngebut juga, atau malah nunggu sinyal hijau dari entah siapa. Satu hal pasti, di negeri ini, yang cepat itu keretanya. Yang lambat? Ya, cari aja sendiri jawabannya.