ManusiaSenayan.id Kantor pajak lagi ramai vibes-nya, gengs. Bukan karena bonus cair, tapi karena ada 26 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang resmi dipecat gara-gara diduga nerima “uang panas”. Alias uang yang bikin tangan gatal dan hati gelap. 😬

Langkah cleaning service besar-besaran ini langsung disambut tepuk tangan dari Anggota Komisi XI DPR RI, Tommy Kurniawan (Tomkur). Katanya, keputusan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bareng Dirjen Pajak Bimo Wijayanto itu keren banget — bukti nyata kalau pemerintah nggak cuma jago ngomong, tapi juga berani gas bersihin oknum nakal.

“Ini langkah berani dan perlu diapresiasi. Pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu. Uang pajak harus benar-benar dari rakyat, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk memperkaya oknum penjahat,” Tommy Kurniawan, Anggota Komisi XI DPR RI.

Tomkur juga nyentil dikit: biar pajak makin dipercaya rakyat, ya harus dikelola dengan transparan dan efisien. Soalnya duit pajak tuh gede banget, bro, kalau dikelola serius bisa jadi “BBM” buat kemajuan bangsa — bukan “BBM” buat mobil pribadi pejabat.

“Kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, dana pajak bisa menjadi motor utama kemajuan bangsa,” katanya lagi.

Sementara itu, Menkeu Purbaya santai tapi tegas banget waktu jelasin alasan pemecatan:

“Mungkin dia (Dirjen Pajak Bimo Wijayanto) nemuin orang-orang (pegawai DJP) yang menerima uang, yang enggak bisa diampuni lagi, ya dipecat,” katanya.

Jadi, buat yang masih mikir uang pajak bisa dijadikan ‘uang tambahan’, hati-hati — era pajak auto bersih udah dimulai. Yang main curang? Siap-siap out tanpa bonus tahunan.