Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin legenda parlemen dari Fraksi Beringin (Golkar) yang udah vokal, berpengalaman, dan masih aktif sampai periode 2024–2029, tiga nama ini gak bisa diliat sebelah mata:
1. Muhidin Mohamad Said — “Veteran Senayan Sejati”
Muhidin tuh semacam OG di parlemen Indonesia. Ia mulai kariernya sebagai anggota MPR RI sejak 1992 dan kemudian terus terpilih di DPR RI dari 2004 sampai sekarang. Itu berarti dia udah ngabdi di Senayan lebih dari 30 tahun — jumlah yang nyaris menyamai era kepemimpinan Presiden Soeharto!
Nggak cuma lama, dia juga pernah jadi Wakil Ketua Komisi V DPR dan sekarang dipercaya jadi Wakil Ketua Badan Anggaran — yang artinya dia terlibat langsung dalam pembahasan duit rakyat.
Kalau di grup anak muda ngomongin senior yang tetep tajam di politik, Muhidin pasti masuk playlist speaker pertama.
2. Agun Gunandjar Sudarsa — “Bang Jago Kritik dan Legislator Konsisten”
Agun itu salah satu anggota DPR Golkar yang gak kalah legendaris. Dia terjun ke parlemen sejak 1997 dan terus melenggang ke Senayan tiap periode sampai sekarang. Itu berarti sudah lebih dari 25 tahun dedikasinya buat legislatif Indonesia.
Beda dengan yang kurang vokal, Agun punya pengalaman panjang jadi legislator dan bahkan aktif di kepemimpinan badan/komisi di DPR — semacam voice of experience di Fraksi Beringin.
Intinya, kalo lagi ada isu berat di parlemen, nama Agun sering nongol di daftar anggota yang terlibat serius ngebahasnya.
3. Hetifah Sjaifudian — “Perempuan Golkar yang Gak Pernah Bosen Berjuang”
Hetifah beda style tapi sama tajamnya. Mulai karier DPR sejak 2009, dia sempat istirahat beberapa bulan tapi kemudian kembali aktif dan terpilih lagi di DPR sampai periode terbaru ini.
Sebagai legislator perempuan di Fraksi Beringin, dia dikenal serius ngebahas isu pembangunan daerah, pendidikan, dan kesejahteraan sosial — yang bikin suaranya tetap relevan di tengah dinamika politik sekarang.
Buat anak muda yang peduli isu sosial dan representasi perempuan, Hetifah itu semacam influencer parlemen yang inspiratif.
Penutup
Tiga tokoh di atas bukan cuma lama berada di parlemen, tapi juga punya rekam jejak nyata dalam kegiatan legislatif dan diskusi nasional — dari penganggaran sampai kebijakan publik. Mereka adalah contoh nyata kisah di balik kursi parlemen yang sering dibahas anak muda: bukan sekadar lama bertugas, tapi aktif ngebawa suara rakyat lewat politik nyata.
