ManusiaSenayan.id – Ada kabar dari dunia keuangan nih, gengs! Program hapus tagih alias penghapusan utang buat pelaku UMKM ternyata jalannya masih pelan banget—kayak motor mogok di tanjakan. Padahal targetnya 1 juta debitur, tapi sampai awal November 2025 baru sekitar 67 ribu yang terealisasi. Itu cuma 6 persen aja, guys!
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri langsung angkat suara pas kunjungan kerja ke OJK Jawa Tengah di Semarang.
“Angka ini baru sekitar enam persen. Ini harus dikejar, karena sudah menjadi program prioritas nasional. DPR akan kawal agar OJK dan perbankan menuntaskannya,” tegas Hanif kepada Parlementaria, Sabtu (8/11/2025).
Dari data OJK, mayoritas pembiayaan UMKM di Jawa Tengah disalurkan ke sektor perdagangan (48,49%) dan pertanian (29,47%), dua bidang yang punya risiko musiman tinggi—jadi wajar kalau kadang naik-turun.
Tapi ternyata, masih banyak masyarakat yang salah paham soal istilah keuangan.
“Masih banyak yang salah paham antara hapus buku dan hapus tagih. Edukasi masyarakat harus diperkuat agar tidak menimbulkan persepsi keliru,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Hasanudin Wahid punya pandangan lain.
“Kebijakan penghapusan hutang sebaiknya disertai pendampingan usaha. Bukan hanya meringankan beban, tapi juga memulihkan produktivitas UMKM,” katanya.
Komisi XI DPR RI sendiri berkomitmen untuk mendorong percepatan program hapus tagih agar bisa tuntas sesuai target dan memberi manfaat nyata buat pelaku usaha kecil. Harapannya, UMKM bisa kembali ngebut di jalur produktif, bukan cuma nunggu belas kasihan sistem.
