ManusiaSenayan.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto datang ke Solok dengan satu misi: memastikan semua unsur pemerintah gerak cepat menangani dampak bencana di Sumatera. Kalau pakai istilah anak muda, yang penting jangan ada “slow response vibes” karena situasinya sedang serius.
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemkab Solok, Forkopimda, dan seluruh pihak yang sudah berjibaku sejak awal. Menurutnya, koordinasi mereka sudah oke banget. “Presiden meminta kita semua memang bergerak cepat sejak hari pertama,” kata Bima, menegaskan bahwa mode pemerintah saat ini adalah full speed.
Bima menyampaikan hal itu saat meninjau kondisi banjir di Kabupaten Solok, tepatnya di Posko Utama Bencana Koto Baru. Kunjungan ini bukan gaya-gayaan tapi memastikan kondisi di lapangan sesuai laporan—karena, ya, laporan kadang suka lebih rapi daripada aslinya.
Salah satu hal yang paling ia soroti adalah distribusi logistik. Bima menegaskan ini adalah prioritas mutlak. Jangan sampai ada keterlambatan karena sedikit kelambatan saja bisa berarti banyak bagi keluarga yang terdampak bencana. “Yang paling dibutuhkan hari ini adalah logistik untuk keluarga terdampak,” tegasnya.
Selain logistik, ia juga nge-highlight soal listrik dan jaringan komunikasi yang ikut kena imbas. Di beberapa daerah seperti Padang Pariaman, perbaikan listrik masih tersendat. Dan kita semua tahu, tanpa listrik, koordinasi bisa langsung berubah jadi era pesan berantai model 90-an.
Di sisi lain, pemerintah juga sedang memetakan kerugian infrastruktur dan menyiapkan opsi pendanaan. Bisa lewat pergeseran anggaran daerah, bantuan provinsi, atau dukungan dari pusat. “Presiden sudah memastikan bahwa ada bantuan,” ucap Bima—kalimat yang lumayan menenangkan warga yang sedang kebingungan memikirkan rumah dan jalan yang rusak.
Bima juga menegaskan bahwa pembangunan kembali infrastruktur harus sinkron dengan prediksi cuaca BMKG. Jangan sampai jalan baru selesai dibangun, eh langsung disapu banjir lagi. “Koordinasi dengan BMKG itu penting banget,” katanya. Intinya, jangan asal bangun—bangunnya harus strategis, bukan nekat.
Tak berhenti di situ, ia juga mendorong Dukcapil setempat buat sigap membantu warga yang kehilangan dokumen kependudukan. Mulai dari KK, KTP, sampai KIA, semuanya harus bisa dipulihkan dengan cepat. “Kita usahakan bantu segera,” ujarnya.
Dengan semua instruksi ini, vibe yang dibawa Bima Arya di Solok jelas: gaspol dulu, evaluasi nanti—yang penting warga aman dan kebutuhan mereka terpenuhi.
