ManusiaSenayan.id Timeline lagi-lagi panas gara-gara video viral yang bikin warganet auto jadi “Tim Investigasi +62”. Intinya, ada dugaan intimidasi ke orang tua murid PAUD di Kampar, Riau, setelah sang ortu mengunggah menu “rapelan” dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terus muncul kabar tambahan yang bikin makin heboh: anaknya dibilang sampai “dikeluarkan” dari sekolah.

Nah, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun tangan buat ngasih klarifikasi. Menurut BGN, tidak ada intimidasi. Mereka bilang masalahnya bukan “ancam-ancaman”, tapi lebih ke salah paham komunikasi (miskomunikasi).

BGN juga menyampaikan kalau polemik ini sudah selesai. Katanya, sudah ada pertemuan antara pihak sekolah PAUD, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan orang tua murid. Dari hasil pertemuan itu, orang tua murid PAUD berinisial AN mengakui adanya kekeliruan persepsi soal menu MBG yang diterima anaknya.

Soal isu “anak dikeluarkan dari sekolah”, BGN menegaskan itu tidak terjadi. Mereka menjelaskan kabar tersebut muncul gara-gara miskomunikasi internal di grup WhatsApp, dan tidak ada keputusan administratif apa pun tentang status siswa.

Kepala SPPG setempat juga ikut memastikan tidak pernah ada instruksi, ancaman, atau intimidasi kepada orang tua murid karena unggahan di medsos. Bahkan, ia bilang Program MBG justru membuka ruang masukan dari masyarakat buat evaluasi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa hasil klarifikasi menunjukkan tidak ada pelanggaran hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan. Ini kutipan persisnya:

Program MBG tidak boleh menimbulkan dampak negatif terhadap hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan. Setelah dilakukan klarifikasi, dapat dipastikan tidak ada anak yang dikeluarkan dari sekolah,” ujar Dadan dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Dan soal masukan publik, beliau juga bilang:

Setiap masukan dari masyarakat adalah bagian penting dari perbaikan layanan. Program ini hadir untuk melindungi anak-anak, bukan untuk membatasi ruang aspirasi orang tua,” ucap Dadan.

Jadi kesimpulannya: ini bukan drama “intimidasi level final boss”, tapi lebih ke miskom yang keburu viral.